LeADS UPNVJ diretas hingga halaman situsnya menampilkan iklan judi online. Di tengah insiden tersebut, sejumlah mahasiswa mengaku menerima telepon dari nomor tak dikenal yang menyebut nama lengkap mereka sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan data pribadi yang tersimpan di sistem kampus.
Aspirasionline.com — Learning Activities through Digital System (LeADS) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) diduga mengalami peretasan. Insiden tersebut baru diketahui pada Kamis, (30/7), ketika halaman situs LeADS menampilkan iklan judi online. 
Tangkapan Layar LeADS yang diduga diretas
Sumber : ASPIRASI
Dugaan peretasan itu salah satunya didapati Dita, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) angkatan 2023, saat mencoba masuk ke LeADS melalui layanan OneUPNVJ, ekosistem digital terpadu yang tengah disiapkan sebagai pintu akses berbagai layanan aplikasi di lingkungan UPNVJ.
Saat berupaya masuk, Dita diarahkan untuk melakukan aktivasi akun melalui surat elektronik (e-mail). Namun, subjek e-mail yang diterima justru memuat promosi judi online.
“Waktu aku klik login with (masuk dengan) OneUPNVJ itu harus aktivasi dulu lewat e-mail yang dikirim ke kita. Pas aku buka e-mailnya, isinya, sih, kayaknya benar, soalnya pengirimnya admin LeADS, tetapi subjeknya ‘BERITA SLOT GACOR!!! Akses Resmi Slot777 Auto Maxwin Malam Ini Deposit 5000: linked login confirmation’,” ungkap Dita kepada ASPIRASI pada Jumat, (31/7).
Tangkapan layar e-mail aktivasi yang didapati Dita
Sumber : Dita
Di tengah situasi ini, muncul kekhawatiran terhadap keamanan data pribadi yang tersimpan di sistem kampus. Pasalnya, sejumlah mahasiswa mengaku menerima panggilan telepon dari nomor tak dikenal yang diduga merupakan modus penipuan.
Hal tersebut dialami oleh Sri Lipiyana, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) angkatan 2025. Ia mengaku menerima panggilan dari nomor tak dikenal pada Minggu, (26/7), sekitar pukul 17.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).
Saat mengangkat telepon tersebut, Sri belum sempat memperkenalkan diri. Namun, penelpon telah lebih dulu menyebutkan nama lengkapnya untuk memastikan bahwa orang yang dihubungi adalah Sri.
“Jadi, pertama kali dia ngomong, tuh, langsung bilang, ‘Halo, apa benar ini atas nama Sri Lipiyana?’. Terus aku langsung matiin (panggilan teleponnya),” ungkap Sri kepada ASPIRASI pada Kamis, (30/7).
Dugaan Kebocoran Data Kembali Muncul
Peristiwa yang dialami Sri mengingatkan pada pemberitaan ASPIRASI sebelumnya yang berjudul Perlindungan Data Lemah, Mahasiswa UPNVJ Jadi Sasaran Penipuan Berkedok Dosen. Saat itu, sejumlah mahasiswa menjadi target penipuan setelah pelaku diduga mengetahui identitas pribadi korban.
Sri mengaku pernah mengalami modus serupa saat masih duduk di semester satu. Pengalaman tersebut membuatnya memilih mengakhiri panggilan begitu penelepon menyebut nama lengkapnya.
Saat menerima telepon itu, Sri juga belum mengetahui bahwa LeADS mengalami peretasan karena tidak ada pemberitahuan resmi dari pihak kampus. Ia baru mengetahui informasi tersebut setelah seorang temannya mengirimkan tangkapan layar yang menunjukkan tampilan LeADS berubah menjadi iklan judi online pada Kamis, (30/7).
“Jadi, aku lagi ngobrol-ngobrol gitu, kan, terkait war (berburu) KRS. Terus temanku, tiba-tiba mengirimkan screenshot (tangkapan layar) LeADS dengan tulisan ‘slot gacor’. Dari situ aku baru tahu,” terangnya.

Tangkapan layar yang didapat oleh Sri
Sumber : Sri
Pengalaman serupa juga dialami Nuala, mahasiswa FISIP angkatan 2023. Ia menerima telepon dari nomor tak dikenal pada Rabu, (29/7). Penelepon menyebut nama lengkapnya dan mengaku berasal dari kepolisian.
“Karena dia nyebut nama lengkap, jadi agak-agak worry (khawatir) gitu, lo. Makanya kayak, ‘Ini, tuh, telepon apa?’, gitu. Terus pas ditanya, dia jawabnya dengan marah-marah. Kayak, ‘Ngerti enggak konteks omongan saya tadi? Saya kan dari Polda’,” terang Nuala saat diwawancarai ASPIRASI pada Kamis, (30/7).
Sebelum menerima telepon tersebut, Nuala mengaku sempat mencoba mengakses SIAKAD. Namun, ia tidak dapat masuk ke akunnya karena sistem menampilkan keterangan bahwa email atau kata sandi yang dimasukkan tidak sesuai.
Saat itu, ia mengira lupa kata sandinya sehingga tidak menaruh curiga. Nuala baru mengetahui adanya peretasan LeADS pada keesokan hari setelah mendapat informasi dari temannya.
Meski belum mengaitkan panggilan tersebut dengan peretasan LeADS maupun gangguan SIAKAD, penyebutan nama lengkap oleh penelepon membuat Nuala menduga telah terjadi kebocoran data pribadi.
“Sebenarnya belum sempat mikir ke arah situ (Peretasan LeADS) saja, sih. Sempat agak curiga, kayaknya ada kebocoran data. Pas itu belum tahu dari mana karena dia Menyebutkan nama lengkap, kan agak worry, ya. Kok tahu nama lengkap orang,” jelas Nuala.
Nuala berharap pihak universitas dapat bertanggung jawab dalam memastikan keamanan data pribadi mahasiswa yang tersimpan di sistem kampus, mengingat insiden serupa dinilai telah terjadi berulang kali.
“Jadi, kalau misalkan data kita bocornya dari kampus, gimana, dong, tanggung jawabnya? Karena itu kan hak mahasiswa untuk mendapatkan keamanan. Kampus yang di mana kita ngasih banyak banget data pribadi, bisa bocor ke siapa saja? Maksudnya, segampang itu website (situs web) kampus diretas sampai segitunya. Ini kejadian yang sudah berulang. Kenapa tidak belajar dari kejadian-kejadian sebelumnya?” pungkas Nuala.
ASPIRASI telah berupaya meminta keterangan Unit Pelaksana Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) UPNVJ terkait insiden peretasan LeADS dan penelpon tak dikenal yang didapati sejumlah mahasiswa. Namun, hingga berita ini diterbitkan, UPA TIK belum memberikan tanggapan maupun informasi resmi terkait insiden tersebut.
Reporter: Safira
Editor: Tia
Illustrasi: ASPIRASI
