Manusia Bermuka Dua Pada Analisis Youtube Jerome Polin Sijabat

Kehadiran sosial media yang semakin menjadi, sangat penting dalam memberikan perubahan dalam dinamika sosial. Pun sosial media dapat menjadi wadah berekspresi bagi setiap penggunanya, juga mempermudah manusia untuk saling bertukar pesan tanpa berinteraksi tatap muka. Aspirasionline.com — Pada masa pandemi saat ini, budaya tatap muka sudah mulai mengalami transisi dengan pertemuan secara virtual. Sehingga menciptakan […]

Continue Reading

Standar Kecantikan Yang Dikonstruksikan Oleh Media, Seberapa Krusialkah Pengaruhnya di Masyarakat?

Sejatinya, kecantikan adalah hal yang relatif. Preferensi setiap orang terhadap apa yang menurutnya ‘cantik’ atau menarik tentu berbeda-beda. Namun sungguh disayangkan, di beberapa negara termasuk Indonesia, kecantikan itu adalah hal yang mutlak. Lantas bagaimana bisa? Aspirasionline.com − Jika mempertanyakan bagaimana standar kecantikan di Indonesia pada masa kini, jawaban yang terucap pasti selalu harus putih, langsing, […]

Continue Reading

Ranah Domestik Jadi Titik Balik Perlawanan Perempuan dalam Konflik Agraria

Tak hanya laki-laki, perempuan juga kerap tampil memimpin aksi melawan korporasi yang akan merusak alam dengan berbagai cara, bahkan dari ranah domestik sekalipun. Aspirasionline.com − Agraria tak kunjung bertemu kata selesai di Indonesia, menurut Catatan Akhir Tahun Mongabay dalam kurun 2018 – April 2019 tercatat, 196 kasus konflik agraria di Indonesia ditangani Komnas HAM, kejadian […]

Continue Reading

Marhaban Ya May Day: Keberpihakan Islam Terhadap Buruh

Islam adalah agama yang paripurna. Islam hampir mengatur secara sempurna semua aspek kehidupan. Baik yang sifatnya habbumminallah yaitu hubungan manusia dengan Tuhannya, ataupun habblumminannas, hubungan manusia dengan manusia. Islam memberikan tuntunan hidup manusia dari persoalan kecil hingga kepada yang besar. Mulai dari urusan rumah tangga, tidur, makan, minum sampai pada urusan yang sentral dalam kehidupan […]

Continue Reading

Katanya Kampus Bela Negara, Kok Pelit Sama Mahasiswa?

Diksi bela negara seakan tak pernah mati. Diksi ini terus mengisi ruang-ruang perbincangan khalayak ramai. Berita terbaru yang sempat menjadi polemik di masyarakat, mengenai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional. Salah satunya, PP tersebut mengatur komponen cadangan (Komcad). Namun, lupakan sejenak […]

Continue Reading

Mengingat Kembali Urgensi Pengesahan RUU P-KS

Dalam banyak kasus, Indonesia masih mengalami kekosongan hukum pada tatanan hukum yang diberlakukannya. Bukan tanpa sebab, sekiranya ada beberapa hal yang menjadi alasan terjadinya kekosongan hukum. Misalnya, sebagai bekas negara jajahan, Indonesia masih menggunakan sistem hukum yang merupakan warisan dari negara penjajah. Istilah itu dikenal dengan nama asas konkordansi. Maka, kitab-kitab hukum yang dibuat pada […]

Continue Reading

Momok Pendidikan yang Meraksasa

Hari ini, setahun yang lalu, saya teringat dengan perjuangan kumpulan pemuda yang melayangkan tuntutan soal isu-isu pendidikan kepada pihak Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Setelah mereka melakukan aksi dalam momentum Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2019, mereka kemudian mendirikan tenda tepat di depan gedung Kemenristekdikti, menunggu respons dari si menteri. Kumpulan pemuda itu […]

Continue Reading

Merasakan Pelaksanaan Pemira yang Dikebut Bagai Dikejar Setan

Tak lama lagi tahun akan berganti. Itu artinya setiap organisasi di kampus sedang mempersiapkan diri untuk mengganti roda penggeraknya. Fase tersebut juga berlaku untuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM). Dari tahun ke tahun, Pemira menjadi hal yang ramai diperbincangkan mahasiswa karena orang yang dipilih diharapkan dapat melakukan perubahan dari seluruh aspirasi […]

Continue Reading

Tidak Berpartisipasi dalam Pemilu Nirkualitas adalah Langkah Tepat

Jika mendengar istilah “pesta demokrasi” di dalam kampus, sejujurnya saya agak geli. Apalagi dalam sejarahnya, penggunaan diksi pesta demokrasi pertama kali digunakan pada 1982 saat rezim Orde Baru menyelenggarakan pemilihan umum pertamanya. Namun, penggunaan diksi pesta diartikan secara harfiah: hanya dirayakan tanpa melaksanakan substansi. Contoh jelasnya adalah bagaimana Soeharto bisa memenangkan pemilu berkali-kali dan bertahan […]

Continue Reading

Demokrasi Prosedural ala Pemira Pondok Labu

Sejarah gerakan mahasiswa di dalam kampus awalnya bernama Dewan Mahasiswa (DEMA). Saat itu kehadirannya sedikit banyak berkontribusi untuk menumbangkan rezim tiran Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun. Setelah reformasi bergulir, kita mengenal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai pengganti DEMA. BEM berubah wujud sebagai sebuah badan yang dianggap merepresentasikan aspirasi dan gerakan mahasiswa. Timbul sebuah hajat […]

Continue Reading