Resep Kekuasaan

CategoriesSastraTagged , ,

Aku seorang pemimpin negeri, 

rakyatku tak boleh ada yang keroncongan, 

sebab aku percaya,

perut yang kenyang adalah kemajuan,

lebih baik daripada gagasan 

tentang perubahan. 

 

Maka ketika pertanyaan berdatangan,

kusambut dengan piringan,

tentunya berisi makanan.

Ini, silakan dimakan!

 

Makin banyak kritik menghampiri,

kutambah lagi saja satu porsi,

lagi pula, siapa mereka lantang kritisi?

Antek asing?

Londo ireng?

Ah, mereka lagi. 

 

Maka setiap kali,

suara-suara mulai meninggi,

semua saja ku cap oposisi,

tanpa menimbang

apakah itu saran yang konstruksi,

aku tak lagi mencari solusi.

 

Aku mencari dapur,

asapnya mengepul,

hingga pandanganku mengabur.

 

Harumnya menyeruak,

menutupi aroma janji-janji manis

yang mulai terkikis.

 

Mula-mula hanya satu pintu, 

dapurku mulai dipenuhi

dari berbagai kubu.

Beberapa di antaranya berseteru.

 

Lalu, kubuat dapur baru,

agar semua kubu,

tak menatap iri padaku. 

 

Aku pun mulai percaya,

negeri ini tak membutuhkan penyelesaian.

 

Namun, hanya membutuhkan

jadwal makan. 

 

Selama dapur masih mengepul,

ompreng-ompreng makan berbaris teratur,

perut kenyang,

tepuk tangan akan menenggelamkan, 

setiap tatapan.

 

Sebab aku telah menemukan,

resep paling ampuh,

bagi sebuah kekuasaan.

 

Ini, silahkan disantap.

 

Penulis : Akasyah Rizwan

Editor: Sammanda

 

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *