Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai memengaruhi aktivitas pendidikan di sejumlah wilayah. Di UPNVJ, perkuliahan teori pada Senin, (7/9), berlangsung secara jarak jauh, sementara sejumlah kegiatan di lingkungan kampus turut mengalami penyesuaian.
Aspirasionline.com — Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) mengalihkan pelaksanaan perkuliahan teori menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Senin, (7/9). Kebijakan tersebut diterapkan menyusul perkembangan situasi sebaran abu vulkanik yang berdampak pada penurunan kualitas udara dan berpotensi membahayakan keselamatan civitas academica di lingkungan kampus.
Kebijakan tersebut disampaikan UPNVJ melalui akun Instagram resminya, @upnveteranjakarta, dalam edaran bertajuk “Kesiapsiagaan dan Pengaturan Kegiatan Akademik Sehubungan dengan Dampak Abu Vulkanik”.
Dalam edaran tersebut, UPNVJ menyatakan bahwa perkuliahan teori pada Senin dialihkan menjadi PJJ. Pelaksanaan kebijakan tersebut masih akan dievaluasi lebih lanjut dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik.
Sementara itu, kegiatan praktikum dan/atau laboratorium tidak secara langsung dialihkan ke PJJ. UPNVJ mengarahkan kegiatan tersebut untuk dijadwalkan ulang atau disesuaikan dengan kebijakan masing-masing program studi (prodi). Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik serta urgensi dari kegiatan praktikum atau laboratorium yang bersangkutan.
Selain kegiatan akademik, UPNVJ juga menunda sementara seluruh kegiatan kemahasiswaan yang dilaksanakan di luar ruangan. Kegiatan tersebut baru dapat kembali dilaksanakan setelah kondisi di lingkungan kampus dinyatakan aman secara resmi.
Bagi civitas academica yang tetap melakukan aktivitas di lingkungan kampus, UPNVJ mewajibkan penggunaan masker KN95. Ketentuan tersebut berlaku bagi dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa yang berada di area kampus untuk meminimalkan risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
UPNVJ selanjutnya akan melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut pada Senin sore. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan data dan informasi terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), serta kondisi kualitas udara setempat.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan kegiatan akademik yang diberlakukan pada Selasa, (8/9).
UPNVJ Berada di Wilayah Terdampak Sebaran Abu Vulkanik
Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mencapai sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta. Secara geografis, UPNVJ berada di Jakarta Selatan yang termasuk wilayah terdampak sebaran abu vulkanik berdasarkan pemantauan BMKG.
Dilansir dari BMKG, sebaran abu vulkanik pada Minggu, (6/9), terpantau melingkupi Banten, Daerah Khusus Ibu kota (DKI) Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu. Abu vulkanik juga terpantau bergerak ke arah timur laut hingga selatan.
Erupsi Gunung Anak Krakatau telah berlangsung sejak Jumat, (4/9), malam. BMKG menyebut pergerakan abu masih dipantau karena sangat dipengaruhi kondisi atmosfer, terutama arah dan kecepatan angin. Saat itu, status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga.
Dampaknya turut dirasakan sektor pendidikan. Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III mengimbau perguruan tinggi di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Lampung untuk menyesuaikan kegiatan pendidikan serta menerapkan pembelajaran dari rumah sesuai kondisi masing-masing kampus.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga menerapkan PJJ bagi satuan pendidikan mulai Senin, (7/9). Dilansir dari antaranews.com dengan tajuk “DKI Jakarta Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh Antisipasi Abu Vulkanik”, kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik yang berpotensi berdampak pada kesehatan warga sekolah.
Reporter : Tia |Editor : Safira
Foto : Instagram @upnveteranjakarta
