UPNVJ keluarkan pernyataan resmi terkait hasil investigasi sementara serta langkah penanganan gangguan SIAKAD dan insiden LeADS. Meskipun demikian, keluhan utama terkait telepon mencurigakan masih belum terjawab.
Aspirasionline.com — Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menyampaikan penjelasan resmi mengenai gangguan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) dan insiden pada Learning Activities through Digital System (LeADS) melalui pernyataan yang diunggah di akun Instagram resminya @upnveteranjakarta pada Selasa, (4/8).
Dalam pernyataan tersebut, UPNVJ menyampaikan permohonan maaf atas gangguan layanan digital yang terjadi, serta menegaskan bahwa gangguan SIAKAD dan insiden LeADS merupakan dua peristiwa yang tidak berkaitan secara langsung.
“UPNVJ memastikan bahwa kendala pada Sistem Informasi Akademik berbeda serta tidak berkaitan langsung dengan insiden penyalahgunaan akses pada platform (wadah) pembelajaran elektronik LeADS,” terang UPNVJ dalam unggahan di akun Instagram resminya pada Selasa, (4/8).
Perbedaan Kasus Server Down SIAKAD dan Penyalahgunaan Hak Akses LEADS
UPNVJ menjelaskan bahwa gangguan pada SIAKAD bermula pada Senin, (27/7). Saat itu, Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) mendeteksi bahwa server mengalami penurunan kapasitas koneksi jaringan dari 1 gigabit per detik (Gbps) menjadi 100 megabit per detik (Mbps).
Dalam unggahan, UPNVJ menyebut kondisi tersebut berpotensi mengganggu sejumlah layanan akademik, khususnya pada masa pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), penginputan nilai, dan proses penerimaan mahasiswa baru sehingga dilakukan migrasi server.
“Dalam proses pemeliharaan tersebut, kendala kompatibilitas dan penyesuaian data sempat menyebabkan sebagian pengguna mengalami kesulitan mengakses SIAKAD,” sambung UPNVJ.
Sementara itu, mengenai insiden LeADS yang telah diberitakan ASPIRASI dalam artikel berjudul LeADS UPNVJ Diretas, Mahasiswa Khawatir Keamanan Data Usai Menerima Telepon Mencurigakan, UPNVJ mengungkapkan bahwa hasil investigasi tim teknis sementara terkait insiden yang teridentifikasi pada Kamis, (30/7), tidak ditemukan indikasi peretasan terhadap server utama universitas.
“Insiden tersebut (peretasan) terjadi pada lapisan aplikasi dan berkaitan dengan penyalahgunaan kredensial salah satu akun. Akun tersebut digunakan oleh pihak yang tidak berwenang untuk memperoleh hak akses dan memasang plugin yang tidak sah pada platform LeADS. Dengan demikian, insiden pada LeADS bukan bagian dari gangguan infrastruktur yang sebelumnya terjadi pada SIAKAD,” tambah UPNVJ.
Sebagai tindak lanjut, universitas menghentikan sementara akses ke LeADS, menangguhkan akun yang disalahgunakan, serta mencabut sementara sejumlah hak akses untuk keperluan pemeriksaan dan evaluasi keamanan. Selain itu, penerapan sistem Single Sign-On (SSO) yang terintegrasi dengan OneUPNVJ juga diperkuat.
Kendati begitu, keterangan resmi UPNVJ belum menjelaskan sejumlah keluhan mahasiswa mengenai telepon dari nomor tidak dikenal yang menyebut nama lengkap mahasiswa, email aktivasi akun dengan subjek promosi judi online, serta tindak lanjut universitas atas laporan-laporan tersebut.
“Evaluasi terhadap tata kelola terhadap teknologi informasi juga terus dilakukan untuk memastikan transformasi digital UPNVJ berjalan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian perlindungan data, transparansi, serta pelayanan prima bagi seluruh civitas academica,” pungkas UPNVJ.
Ilustrasi: Alkha
Reporter: Alkha | Editor: Zillah
