Senat Tetapkan Tiga Calon Rektor UPNVJ Periode 2026–2030

CategoriesBerita UPNTagged , ,

Senat Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menetapkan Anter Venus, Abdul Halim, dan Memen Kustiawan sebagai tiga calon Rektor UPNVJ periode 2026–2030. Penetapan dilakukan usai keempat bakal calon menyampaikan visi, misi, dan program kerja dalam sidang terbuka  pada Kamis, (30/7). 

Aspirasionline.com —  Tiga bakal calon Rektor Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), yakni Anter Venus, Abdul Halim, dan Memen Kustiawan, resmi lolos ke tahap pemilihan Rektor UPNVJ periode 2026–2030. Ketiganya ditetapkan melalui rapat tertutup Senat UPNVJ usai penyampaian visi dan misi dalam sidang terbuka yang digelar di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika (BTI), Kampus Pondok Labu pada Kamis, (30/7). 

Berdasarkan hasil pemungutan suara 34 anggota senat, Anter Venus memperoleh 30 suara, sedangkan Abdul Halim dan Memen Kustiawan masing-masing memperoleh 2 suara. Sementara itu, Sakroni tidak memperoleh suara sehingga tidak melaju ke tahap berikutnya. 

Sebelumnya, Ketua Panitia Pemilihan Rektor UPNVJ, Silvia Anggraeni, dalam sidang terbuka penyampaian visi dan misi menjelaskan bahwa proses penjaringan awal diikuti enam bakal calon rektor. Namun, Hasan Basri dinyatakan tidak memenuhi persyaratan administrasi, lalu Taufiq Fredrik Pasiak mengundurkan diri dengan mencabut berkas pendaftarannya. 

Dengan demikian, hanya empat bakal calon yang mengikuti tahapan penyaringan melalui pemaparan visi dan misi, yakni Sakroni, Anter Venus, Abdul Halim, Memen Kustiawan. 

Ketua Senat Akademik Perguruan Tinggi (SA PT) UPNVJ, Irsyaf Marsal, dalam pidatonya menegaskan bahwa pemilihan rektor menjadi momentum penting dalam menentukan arah kebijakan, pengembangan akademik, dan reputasi universitas.

“Oleh karena itu, pemilihan rektor bukanlah hanya sekedar rutinitas, melainkan sebuah momentum penting untuk memastikan keberlanjutan visi dan misi UPN “Veteran” Jakarta,” tegas Irsyaf dalam sidang terbuka pada Kamis, (30/7). 

Paparan Visi, Misi, dan Program Kerja Empat Bakal Calon Rektor UPNVJ

Dalam sidang terbuka tersebut, setiap bakal calon diberikan waktu selama 30 menit untuk mempresentasikan visi, misi, dan program kerja sebelum mengikuti sesi tanya jawab bersama lima panelis yang mewakili unsur senat, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. 

Mendapat giliran pertama, Memen Kustiawan memaparkan visinya untuk menjadikan UPNVJ sebagai World Class Entrepreneurial Defense University atau universitas pertahanan berstandar dunia dengan tetap berlandaskan nilai-nilai bela negara.

“Seluruh proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian tetap berpijak pada nilai-nilai bela negara sebagai jati diri UPNVJ,” ujar Memen saat memaparkan visi misi pada Kamis, (30/7). 

Untuk mewujudkan visi tersebut, Memen menawarkan sepuluh program prioritas yang berfokus pada digitalisasi kampus, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), penguatan riset dan inovasi, serta perluasan jejaring internasional. 

Selanjutnya, Anter Venus, yang saat ini menjabat sebagai Rektor UPNVJ periode 2022–2026, memaparkan visi bertajuk “Tuntaskan”. Ia menyusun sebelas agenda strategis berdasarkan capaian kepemimpinannya selama lima tahun terakhir dengan pendekatan berbasis data dan skala prioritas.

Salah satu program yang diusung ialah pembangunan delapan gedung baru serta ARISE Urban Center di kawasan Pasar Kemis, Tangerang.

“Ini (sebelas agenda strategis) disusun berdasarkan bobot. Kemudian, berdasarkan kepentingan sehingga menghasilkan prioritas yang akan kita lakukan,” papar Venus di sidang terbuka pada Kamis, (30/7). 

Setelah jeda istirahat, Abdul Halim memaparkan visi yang berfokus pada kesiapan UPNVJ bertransformasi dari PTN-BLU menjadi PTN-BH. Melalui visi tersebut, ia menargetkan UPNVJ memiliki reputasi global yang didukung inovasi, kemandirian, dan keberlanjutan pada periode 2029–2030.

Sebagai mantan Dekan Fakultas Hukum (FH) UPNVJ periode 2019–2023, ia menilai kepemimpinan yang kolaboratif menjadi kunci untuk mewujudkan target tersebut.

“Saya sudah dipraktikkan di Fakultas Hukum itu (kolaboratif) kebersamaannya tinggi. Kenapa? Karena inti seorang pemimpin bisa membangun kerja sama,” ungkap Abdul dalam paparannya pada Kamis, (30/7).

Sementara itu, Sakroni, yang tidak lolos ke tahap pemilihan, memaparkan visi yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pendidikan, penguatan tata kelola universitas, serta peningkatan daya saing UPNVJ.

Ia juga menekankan pentingnya mewujudkan kampus yang aman dan inklusif melalui penyediaan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas sesuai amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Artinya, kita wajib. Perguruan tinggi wajib untuk memberikan aksesibilitas yang luar biasa dan kita akan ciptakan sebuah keadilan bagi seluruh dosen, alumni, mitra, dan masyarakat yang ingin datang ke Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Jakarta dengan aksesibilitas yang mumpuni,” terang Sakroni dihadapan para hadirin sidang pada Kamis, (30/7). 

Meski mengusung pendekatan yang berbeda, keempat bakal calon menempatkan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) sebagai salah satu agenda strategis pengembangan UPNVJ. Perbedaannya terletak pada skala prioritas, target implementasi, dan strategi yang ditawarkan masing-masing kandidat. 

 

Reporter: Alma

Editor: Nabila Sammanda

Foto: ASPIRASI/

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *