Teduhnya Suasana Berburu Takjil di Masjid Agung Sunda Kelapa

CategoriesWisata

Menawarkan suasana yang nyaman, Masjid Agung Sunda Kelapa menjadi pilihan spot berburu takjil di bulan Ramadhan. Lingkungan yang apik dan bersih turut menjadi keberkahan tersendiri bagi masyarakat sekitarnya.

Aspirasionline.com – Rintik air hujan turun bak tangisan ibu pertiwi. Ramadhan tahun ini sungguh terasa berbeda dari yang sudah-sudah, dengan dibalut suasana hujan yang menyapa tiap harinya. 

Kususuri jalan dihiasi suara kemacetan khas Kota Jakarta yang berdesing di kepala, hingga aku tidak menyadari betapa cepatnya detik dan menit merayap mendekati waktu berbuka.

Dari kejauhan tampak sebuah atap masjid membuat diriku sontak berdegup kagum akan keunikannya. Terlihat jemaah yang berbondong-bondong memasuki pelataran masjid dengan gapura indah bertuliskan Masjid Agung Sunda Kelapa.

Begitu menginjakkan kaki lebih dalam ke pelataran masjid, diriku disambut pemandangan khidmat kajian agama yang berlangsung di dalam masjid. Terdengar sangat menyejukkan sampai tak sadar diriku terdiam turut mendengarkan. 

Rupanya tak hanya diriku yang takjub akan kajian agama yang berlangsung di Masjid Agung Sunda Kelapa. Hal serupa ternyata juga dirasakan oleh Hana, salah satu pengunjung yang datang untuk membeli takjil dan mengikuti acara di Masjid Agung Sunda Kelapa.

“Aku mau mencoba gimana sensasi dari program-program yang aku lihat luar biasa di sosial media,” ujar Hana yang berkunjung berdua bersama rekannya, saat di wawancarai ASPIRASI pada Sabtu, (22/3). 

Kehangatan Ramadhan di Tengah Keramaian Masjid

Sembari duduk di bangku halaman masjid, aku termenung memandangi keramaian. Pengunjung berbondong-bondong memasuki pelataran, menyerbu berbagai takjil atau sekadar mengikuti kajian yang berlangsung. 

Puncak keramaian mulai terasa sekitar pukul 16.30 Waktu Indonesia Barat (WIB). Antusiasme pengunjung dan pedagang yang membuka lapak seketika meluap pasca hujan mulai mereda. Pengunjung berbondong menghampiri pedagang takjil yang tersebar di dalam dan luar masjid.

Hiruk pikuk para pengunjung dan pedagang yang berinteraksi diiringi dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an menjadi penyejuk hati siapa pun di sepuluh hari terakhir ramadhan kali ini. 

Salah satu pengunjung bernama Ivarella Devie, rela jauh-jauh datang dari Cipinang hanya untuk merasakan atmosfer Ramadhan di Masjid Agung Sunda Kelapa. 

Baginya, keramaian di masjid ini bukan sekadar tempat berburu takjil, tetapi juga menghadirkan nuansa ibadah yang begitu kuat.

“Disini (Masjid Agung Sunda Kelapa) memang kayak vibes untuk ibadah di sepuluh malam terakhir tuh berasa karena ramai banget,” ucap Devie saat diwawancarai ASPIRASI pada Sabtu, (22/3). 

Keindahan Masjid Agung Sunda Kelapa semakin terasa dengan rindangnya pepohonan di setiap sudut halaman, berpadu dengan lantai granit yang memanjakan mata. Suasana ini memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang beraktivitas di lingkungan masjid, termasuk para pedagang.

Hal ini diakui oleh Gasha, seorang pedagang yang baru kembali berjualan di lingkungan masjid setelah beberapa tahun lalu absen. Ia berpendapat bahwa salah satu alasannya berdagang di lingkungan masjid ini karena membuat dirinya nyaman. 

“Suasananya masjid tuh aman, nyaman, adem, lebih tenang jualannya,” terang Gasha dalam wawancara bersama ASPIRASI pada Sabtu, (22/3). 

Bukan hanya kenyamanan yang ditawarkan di sekitaran masjid ini, tetapi keramaian ini juga menjadi magnet dalam menarik para jemaah untuk datang ke Masjid Agung Sunda Kelapa. 

Berkah Ramadhan di Pasar Takjil Masjid Agung Sunda Kelapa

Keberadaan pasar takjil di lingkungan Masjid Agung Sunda Kelapa membawa berkah, tak hanya bagi para pengunjung, tetapi juga bagi pedagang yang menggantungkan rezekinya dengan berjualan selama bulan Ramadhan.

Sebagai pedagang, Gasha turut merasakan peningkatan pendapatan sejak berjualan pada saat ramadhan dibanding biasanya. “Alhamdulilah sih rezekinya,” tambahnya.

Sejalan dengan Gasha, pedagang lainnya bernama Yaya Rohman dengan senyumnya yang seperti kirana kepada para pembeli, menceritakan tentang dirinya yang merasakan peningkatan pendapatan selama bulan Ramadhan.

“Biasanya saya hanya jualan setiap Minggu, tapi selama Ramadhan bisa setiap hari. Jemaahnya banyak, ustad yang ceramah juga terkenal, jadi pengunjung ramai,” jelas Yaya dalam wawancara kepada ASPIRASI pada Sabtu, (22/3). 

Di balik ramainya pasar takjil, pengelola Masjid Agung Sunda Kelapa terus berupaya meningkatkan kenyamanan pengunjung dengan pengelolaan yang lebih baik.

Sebagai pengunjung, Devie mengungkapkan pengalamannya dalam beberapa tahun sebelumnya, pasar takjil di Masjid Agung Sunda Kelapa dirasa semakin rapi. “Sekarang sudah ada jalur yang jelas antara pedagang dan jemaah, jadi lebih tertata,” ungkap Devie.

Kendati demikian, kebersihan lingkungan tetap menjadi hal yang harus diperhatikan. Hana berharap kebersihan tetap dijaga kelestariannya agar semua pihak dapat merasa nyaman. “Sekarang sudah bersih tinggal dijaga saja supaya tetap begitu,” harapnya.

 

Foto: Zhufar Athalla

Reporter: Zhufar Athalla | Editor: Fabiana Amhnun

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *