Ketua IKA UPNVJ, Sayed Junaidi Rizaldi, membagikan pesan kepada mahasiswa baru angkatan 2026 dalam sharing session Patribera 2026. Ia mengajak mahasiswa berani mencoba, belajar dari kegagalan, dan tidak takut mengambil peran sebagai generasi perubahan.
Aspirasionline.com – Ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), Sayed Junaidi Rizaldi, atau yang akrab disapa dengan Pak Cik, mengajak mahasiswa baru untuk berani menghadapi kegagalan dan tidak berhenti mencoba. Pesan tersebut ia sampaikan dalam sharing session rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) atau Patriot Bela Negara (PATRIBERA) 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta pada Selasa, (11/8).
Saat masih menjadi mahasiswa aktif di UPNVJ, Pak Cik menempuh pendidikan di Program Diploma Tiga (D3) Teknik Mesin yang sudah berubah menjadi Sarjana (S1) Teknik Mesin sejak tahun 1993. Saat ini, Sayed berkarir di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus merangkap aktivitas di sektor swasta.
Dalam paparannya, Pak Cik menilai kegagalan merupakan bagian dari proses yang perlu dilalui mahasiswa untuk mengetahui kemampuan sekaligus belajar bangkit. Ia meminta mahasiswa baru tidak menjadikan satu kegagalan sebagai alasan untuk berhenti.
“Jangan pernah takut gagal karena kalian harus merasakan jatuh untuk tahu caranya berdiri. Jangan takut untuk mencoba karena kalau tidak pernah mencoba, tidak akan tahu berapa kekuatan kita,” tegas Pak Cik di PATRIBERA 2026 pada Selasa, (11/8).
Pak Cik turut menanamkan optimisme kepada mahasiswa baru bahwa UPNVJ akan mengantarkan mereka menjadi individu yang berpengaruh di masa depan.
“Kalian kuliah di kampus UPN ini bakal menjadi orang besar, tanamkan itu,” ucap Pak Cik.
Sayed Ingatkan Mahasiswa untuk Menjadi Agen Perubahan
Di sela-sela sesi, Pak Cik turut menceritakan pengalamannya ketika menjadi mahasiswa UPNVJ angkatan 1993. Ia mengaku pernah tidak mengikuti perkuliahan, menitipkan absen, hingga tidur di kampus. Kendati begitu, Pak Cik menekankan bahwa hal tersebut bukanlah tindakan yang dapat dicontoh oleh para mahasiswa.
“Kita malu cerita karena saya ini mungkin satu semester, dua semester enggak kuliah, titip absen, jangan ditiru! Tidak kuliah, titip absen, pas mau bayaran bikin surat miskin, jangan ditiru! Tidur di kampus, jangan ditiru pokoknya!” tuturnya.
Bagi Pak Cik, berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari cerita masa mahasiswa. Ia melihat mahasiswa sebagai kelompok yang berada dalam fase peralihan menuju kedewasaan dan memiliki ruang untuk belajar dari pengalaman.
Lebih lanjut, Pak Cik mengingatkan mahasiswa baru mengenai posisi mereka sebagai bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan bangsa. Ia menyebutkan sejarah UPNVJ dalam gerakan Reformasi 1998 dan meminta mahasiswa memahami sejarah kampusnya.
“Kampus ini bukan kaleng-kaleng (hebat). Zaman reformasi, kampus UPN ini pelopor gerakan reformasi ‘98. Yang membuat Deklarasi Ciganjur ‘98 itu UPN ‘Veteran’ Jakarta,” terang Pak Cik.
Menutup sharing session, Pak Cik berpesan agar mahasiswa baru menyadari peran besar yang akan diemban untuk menciptakan perubahan dan nasib bangsa yang ada pada mereka. Dirinya berharap para mahasiswa baru dapat tumbuh menjadi pemimpin yang berani menghadapi tantangan.
“Kalian mahasiswa, kalian harus jadi generasi perubah karena kelak nasib bangsa ini ditentukan di pundak kalian. Ini UPN, kami pemimpin masa depan,” pungkas Pak Cik menutup sesi sharing session.
Reporter: Hilmy | Foto: Youtube UPN Veteran Jakarta
Editor: Ahmad
