FH UPNVJ Raih Akreditasi Unggul, Mahasiswa Tetap Dorong Peningkatan Fasilitas

CategoriesBerita UPN

Fakultas Hukum UPNVJ resmi meraih akreditasi Unggul dari BAN-PT pada Juni 2025, menandai peningkatan signifikan dari peringkat sebelumnya. Proses panjang dan berbagai perbaikan telah dilakukan, namun mahasiswa tetap menuntut peningkatan yang lebih baik.

Aspirasionline.com – Fakultas Hukum (FH) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) resmi meraih akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Juni 2025, setelah sebelumnya berstatus Baik dan Baik Sekali.

Pencapaian ini merupakan peningkatan signifikan dari peringkat Baik Sekali yang diraih pada akhir 2023. Proses menuju predikat Unggul ini melibatkan serangkaian evaluasi terhadap kualitas dosen, sarana dan prasarana, serta partisipasi mahasiswa dalam kegiatan akademik.

Dekan FH UPNVJ, Suherman, menjelaskan bahwa proses peningkatan akreditasi berlangsung cukup panjang dan telah dimulai sejak ia dilantik pada April 2023.

“Cukup lama prosesnya. Setelah kita persiapkan borang (dokumen untuk akreditasi), kemudian kita submit ke BAN-PT, kemudian baru kemarin tanggal 2 Juni, kita divisitasi (kunjungan asesor), ” terangnya saat diwawancarai ASPIRASI pada Jumat, (25/7) .

Suherman mengungkapkan bahwa beberapa indikator utama dalam penilaian akreditasi ini mencakup berbagai aspek penting. Salah satu syarat utama adalah kualitas tenaga pendidikan yang dimiliki FH UPNVJ, yang sebagian besar harus bergelar doktor.

Alhamdulillah, pada saat pemeriksaan sudah lima puluh persen ya, doktor kita yang sudah S3, gitu. Itu sebagai syarat unggul. Kemudian juga, dosen kita itu jabatan fungsional akademiknya, sudah ada guru besar tiga,” ungkap Suherman.

Proses Panjang dari Perbaikan hingga Keterlibatan Mahasiswa FH dalam Penilaian Akreditasi

Akreditasi Unggul yang diraih Fakultas Hukum UPNVJ bukan hanya menjadi capaian administratif institusi, tetapi juga proses yang dipantau dan diikuti langsung oleh para mahasiswa. Sejumlah mahasiswa mengaku mengetahui tahapan-tahapan yang dilalui pihak fakultas dan turut dilibatkan dalam proses penilaian oleh asesor BAN-PT.

Ahmad Reihan Thoriq, Mahasiswa Hukum  angkatan 2022, menjelaskan bahwa mahasiswa aktif dilibatkan terutama dalam sesi wawancara saat visitasi berlangsung.

“Ketua-ketua Ormawa (Organisasi Mahasiswa) sebagai perwakilan, beberapa mahasiswa yang dinilai berprestasi, serta beberapa alumni dan mahasiswa perwakilan lainnya, sangat dilibatkan dalam mendapatkan akreditasi Unggul ini, tentunya,” tutur Thoriq kepada ASPIRASI pada Minggu, (6/7).

Selain keterlibatan langsung, mahasiswa juga menyadari berbagai persiapan yang dilakukan fakultas dalam beberapa bulan terakhir, seperti peningkatan fasilitas dan dokumentasi program kerja. 

Thoriq juga menyebut renovasi ruang perpustakaan, pembangunan ruang laboratorium kontrak, dan penataan selasar fakultas sebagai bagian dari langkah strategis menuju penilaian akreditasi. Ia menilai, berbagai peningkatan fasilitas tersebut sangat berdampak bagi mahasiswa.

“Jadi, memang prosesnya untuk mencapai akreditasi, memang meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana itu, sangat terasa sekali di mahasiswa, karena banyak banget update-nya,” terangnya.

Novita Fitri Azzahra, Mahasiswa Hukum  angkatan 2023, turut merasakan berbagai peningkatan sarana dan prasarana di FH UPNVJ, khususnya dalam bidang akademik. Ia menilai, hadirnya laboratorium berperan langsung dalam menunjang pembelajaran mata kuliah hukum.

“Ada penambahan juga, seperti laboratorium untuk menunjang pembelajaran di bidang mata kuliah hukum. Jadi, beberapa peningkatan di bidang akademik yang mendukung bidang akademik itu cukup dirasakan oleh mahasiswanya,” jelas Azzahra kepada ASPIRASI pada Sabtu, (12/7).

Azzahra juga menyatakan bahwa pencapaian akreditasi Unggul memiliki dampak besar, khususnya dalam pengakuan terhadap kualitas lulusan.

“Kalau misalkan akreditasi unggul itu belum diraih, mungkin alumni-alumni akan agak kesulitan untuk bersaing dengan universitas-universitas lain. Jadi sangat berdampak apalagi bagi mahasiswa yang nantinya sudah lulus,” ujar Azzahra.

Mahasiswa Tetap Tuntut Perbaikan di Tengah Pencapaian Akreditasi Unggul FH

Di balik pencapaian akreditasi Unggul yang diraih FH UPNVJ, mahasiswa masih menyimpan berbagai catatan terkait kondisi aktual kampus, terutama dalam aspek sarana dan pelayanan akademik. Bagi sebagian mahasiswa, status unggul yang diberikan belum sepenuhnya sejalan dengan pengalaman nyata di lapangan.

Azzahra menyoroti keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dosen yang masih menjadi kendala, meskipun saat ini sudah mulai ada penambahan melalui ASN (Aparatur Sipil Negara) baru. Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa jumlah ruang kelas yang minim turut memengaruhi proses pembelajaran, sehingga mengharuskan penerapan sistem kuliah hybrid (campuran).

“Jumlah kelas yang minim. Nah, itu sangat berkaitan juga, makanya ada sistem kuliah hybrid juga. Itu hybrid, jadinya dua minggu offline kelas dan dua minggunya kita dilaksanakan secara online,” ungkapnya.

Selain masalah akademik, mahasiswa juga turut mengeluhkan persoalan penyebaran informasi di FH, salah satunya terkait magang. Faathir Andar Nurali, Mahasiswa Hukum angkatan 2024, mengaku melihat kakak tingkatnya kesulitan memperoleh informasi magang karena penyampaiannya belum terintegrasi dengan jelas.

Karena keresahan tersebut, Faathir menilai perlu adanya layanan khusus sebagai pusat informasi agar mahasiswa tidak kewalahan menentukan kepada siapa harus bertanya.

“Kalau aku menyarankan juga, ada layanan khusus untuk magang, jadi mahasiswa itu tidak pusing-pusing nyari kemahasiswaan, ke Wadek (Wakil dekan)  III atau lain sebagainya gitu, namun bisa mencari langsung di layanan khususnya,” ungkap Faathir kepada ASPIRASI pada Selasa, (8/7).

Sementara itu, Thoriq menegaskan bahwa perolehan akreditasi Unggul seharusnya menjadi pemicu peningkatan. Ia berharap kualitas pelayanan, sarana, dan prasarana di FH UPNVJ dapat terus berkembang, sehingga membawa dampak yang positif.

“Jadi, gue berharap akreditasi Unggul ini bukan jadi titik akhir, tetapi justru jadi titik awal untuk terus terjadinya peningkatan dan perkembangan yang baik dari mahasiswa, fakultasnya, dekanatnya, sarana dan prasarana, dan juga pelayanannya,” pungkas Thoriq.

 

Foto: Akbar 

Reporter: Akbar | Editor: Safira

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *