Baru Dilantik, Dekan FISIP Siap Tampung Aspirasi Mahasiswa

Baru Dilantik, Dekan FISIP Siap Tampung Aspirasi Mahasiswa

Beberapa mahasiswa dan delegasi ormawa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menyalurkan aspirasi dan keluhannya saat agenda ‘Dialog bersama Dekan’. Namun, tak sepenuhnya mendapat solusi.

Aspirasionline.com — Selasa (26/03), agenda Dialog bersama Dekan digelar di Aula Auditorium FISIP dihadiri oleh R. Dudy Heryadi sebagai dekan baru FISIP periode 2019-2023 sesuai dengan hasil Rapat Senat Tertutup FISIP awal Maret lalu. Dialog bersama Dekan dilaksanakan agar mahasiswa dapat mengenal sekaligus berdiskusi dengan dekan baru FISIP. Dipertemuan ini, mahasiswa FISIP dapat menyampaikan keluhan, aspirasi, dan yang perlu ditanyakan oleh mahasiswa mengenai FISIP.

Dalam pertemuan itu, Dudy didampingi Wakil Dekan dan jajaran Ketua Prodi di FISIP agar bisa lebih maksimal menjawab pertanyaan mahasiswa terkait dengan prodi masing-masing. “Karena saya khawatir ada pertanyaan yang saya gak bisa jawab, saya gak tahu nih jawabannya. Karena saya juga orang baru disini, jadi harapannya nanti mudah-mudahan para Wakil Dekan dan Kaprodi (Ketua Program Studi, red.) bisa menjelaskan,” ujar Dudy pada Selasa (26/3) lalu.

Untuk mahasiswa sendiri, tidak banyak yang hadir dan didominasi oleh delegasi dari orginisasi mahasiswa (ormawa) fakultas. Dalam pertemuan itu, Dudy menggelorakan Visi & Misi FISIP sebagai lembaga yang kreatif, inovatif dan berdaya saing dengan beridentitas Bela Negara.

Saat pemaparan, Dudy mengatakan bahwa akan ada perubahan dalam bidang keuangan. Namun, perubahan tersebut akan dilaksanakan tahun depan karena sudah banyak kegiatan yang direncanakan sebelumnya pada tahun ini. “Saya kemarin sudah rapat dengan jajaran Kaprodi dan Wakil Dekan, kita sudah membicarakan tentang keuangan. Jadi kalau tidak bisa tahun ini Insya Allah tahun depan, karena tahun ini sudah diikat dengan macam-macam kegiatan,” jelas Dudy.

Nantinya, anggaran untuk ormawa akan diberikan kepada mahasiswa secara langsung agar dapat bertanggung jawab dengan keuangan sendiri sesuai aturan yang akan diberlakukan.

Untuk saat ini, Dudy menuturkan dirinya sudah merancang rencana untuk FISIP kedepannya, dan beberapanya sudah diterapkan. Namun, Dudy tak menjabarkannya dengan detail. “Rencana di kepala saya sudah ada dan beberapa sudah mulai diterapkan tapi untuk skala besar belum karena saya harus merekontruksi dulu kebutuhan dilapangan,” aku Dudy. Ia meyakinkan mahasiswa untuk percaya kepada jajaran dekan dan kaprodi untuk dapat memajukan FISIP kedepannya.

Sarana dan Prasarana

Pertemuan ini membahas tentang sarana dan prasarana FISIP yaitu, kejelasan larangan peminjaman ruangan fakultas pada hari Sabtu. yang dijawab oleh Hermina Manihuruk, Wadek 2 FISIP.
“Di fakultas kita hari Sabtu tidak ada jam kerja, maka kegiatan-kegiatan pun diadakan sampai dengan hari Jumat. Kalo dikatakan tidak diijinkan pinjam ruangan di hari sabtu karena pegawai tidak ada yang masuk kantor sehingga tidak ada yang mengawasi,” tutur Hermina.

Hermina juga menginformasikan bahwa buku-buku di perpustakaan FISIP akan dipindahkan ke Perpustakaan Pusat. Sedangkan, perpustakaan FISIP akan dialihkan menjadi Ruang Baca.

Masalah fasilitas lainnya adalah air kamar mandi FISIP yang tak lancar. Hermina memberikan solusi akan memasang Torren di atas gedung agar air dapat lebih lancar. “Memang ini sudah seringkali ada yang menyampaikan ke ibu. Ternyata setelah ibu pelajari, harus ada Torren diatas. Karena kalo dari bawah, kurang kencang daya dorongnya ke atas. Nanti kami akan minta ke universitas untuk memasang Torren diatas, kalau saya lupa tolong diingatkan,” terangnya.

Pertemuan itu juga membahas Program Go Green yang melarang penggunaan botol plastik sedangkan instalasi air minum belum juga terealisasi. Masih dijawab oleh Hermina, ia mengatakan bahwa pihak universitas sudah berencana untuk membuat instalasi air minum di beberapa titik di kampus.
Diakhir pemaparannya, Hermina menegaskan untuk para mahasiswa membuang sampah pada tempatnya dikarenakan banyaknya sampah berserakan didepan gedung FISIP setiap usai kegiatan perkuliahan.

“Sekalian ibu mengingatkan kalau sudah diatas jam enam sore, banyak sampah di depan gedung kita. Semacam plastik bekas minum atau habis makan dibuang begitu saja. Karena kita sudah menyiapkan tempatnya tolong dibuanglah di tempat sampah hanya selangkah dua langkah supaya lingkungan kita bisa nyaman,” kata Hermina mewejang.

Masih Mencari Solusi

Tak hanya ditujukan pada dekan baru, beberapa mahasiswa juga melontarkan pertanyaan kepada jajaran kaprodi. Mereka mempertanyakan kendala akomodasi biaya untuk ormawa. Azwar selaku Ketua Prodi Ilmu Komunikasi menjawab bahwa belum ada solusi yang pasti terkait masalah tersebut dan akan dilakukan diskusi kembali mengenai kegiatan kemahasiswaan.

Azriel, delegasi Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL) menanyakan terkait masalah Kaprodi Ilmu Politik yang mengundurkan diri. Imbasnya, mahasiswa Prodi Ilmu Politik menjadi bingung jika ingin berkonsultasi terkait Prodi dan mengurus berkas yang harus ditandatangani Ketua Prodi. Dudy mengatakan bahwa saat ini Prodi Ilmu Politik baru saja menyelesaikan proses akreditasi dan seluruh Ketua Prodi sedang sibuk merencanakan Visi & Misi baru serta sibuk merancang keuangan untuk tahun 2020.

Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Kusumajanti sebagai Pelaksana Teknis (Plt.) Kaprodi Ilmu Politik. Ihwal pemilihan Kaprodi Ilmu Politik, kata Kusumajanti, tak mungkin dilakukan dalam waktu dekat. Namun, jajaran dekan sedang berupaya untuk mencari dan memilih orang yang berkompeten.
“Saya sadar belum bisa memenuhi seratus persen keinginan anda dari prodi Ilmu Politik, tapi mudah-mudahan sebelum penerimaan mahasiswa baru sudah ada dan sudah kita proses,” tutur Dudy.

Diakhir pertemuan, I Nyoman Aji Suadhana Rai perwakilan dari Kaprodi Ilmu Hubungan Internasional, menyatakan komitmen pihaknya untuk turut mengatasi kendala-kendala yang terjadi di FISIP. “Dari masukan-masukan tersebut semoga bisa kita realisasikan. Pada intinya, kami tidak menginginkan mahasiswa itu mendapatkan kerugian. Jadi mohon pengertiannya sekali lagi,” pesan Nyoman sekaligus mengakhiri pertemuan itu.

Reporter: Indah Mg. |Editor: Yulia Sri Rezeki

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *