Museum Warisan Basoeki Abdullah

Museum Warisan Basoeki Abdullah

Aspirasionline.com Museum Basoeki Abdullah yang terletak di Jl. Keuangan Raya no. 19, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, merupakan museum yang memamerkan karya seni milik Basoeki Abdullah. Museum yang dulunya merupakan rumah tinggal seniman beraliran realis-naturalis ini, menyimpan sebagian lukisan-lukisan, wayang dan topeng, pakaian, serta buku-buku koleksi seniman kelahiran Surakarta ini. Museum yang dibuka setiap hari Selasa-Jum’at, pukul 08:30-16:00, dan Sabtu-Minggu, pukul 09:00-15:00, memiliki tarif tiket masuk dengan kategori dewasa Rp. 2.000 dan anak-anak Rp. 1.000.

Menurut Tito, selaku Humas Publikasi museum tersebut, Basoeki bukan hanya sekedar pelukis yang menghasilkan karya, tetapi juga memikirkan generasi penerus bangsa. Pada akhir hayatnya, Basoeki menuliskan wasiat untuk menjadikan rumah tinggalnya, sebagian lukisan, beberapa koleksi dan buku-buku yang dimilikinya untuk diberikan ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan dijadikan sebuah museum. Hal tersebut akhirnya disetujui oleh ahli waris, sehingga museum Basoeki Abdullah ini diresmikan pada 2001.

Terdapat banyak ruangan dalam museum, yaitu ruang tamu, ruang koleksi benda pribadi, ruang memorial/ruang tidur, ruang koleksi benda seni, perpustakaan, dan ruang memorial yang juga menjadi saksi bisu meninggalnya Basoeki Abdullah. Selain itu, terdapat kisah Basoeki Abdullah semasa hidup yang ditempel di dinding, cerita mengenai beberapa lukisannya, serta kesan mengenai Basoeki Abdullah dari orang-orang terdekat.

Tidak lah mudah untuk mengelola aset negara ini, “tantangannya gimana museum ini bisa banyak diketahui sama masyarakat. Karena posisinya, tuh gak berada persis di pinggir jalan raya,” keluh Tito. Perawatanya juga terbilang sulit, “kalo udah sampe jebol lukisannya atau kenapa, ah, itu udah mengeluarkan banyak uang untuk nyembuhinnya,” tambahnya. Untuk mengantisipasi hal tersbut, pihak pengelola museum membuat peraturan, yaitu dilarang memfoto menggunkan flash karena dapat merusak warna lukisan, yang diharapkan agar dapat dipatuhi oleh setiap pengunjung yang datang.

Menurutnya setiap lukisan yang dibuat oleh Basoeki, bukan hanya sebagai ajang komersil, tetapi juga memiliki rasa bangga terhadap bangsa sendiri. “Kita, tuh punya seseorang yang bisa membuktikan kalau kita tuh bangsa yang berbudaya tinggi. Nah, seperti pak Basoeki. Nilai-nilai seperti itu yang ingin kita tumbuhin,” tutupnya.
Saat ini, sedang berlangsung pembagunan gedung baru di samping museum yang akan digunakan untuk memerkan karya Basoeki Abdullah. yang rencananya dibuka kembali pada tanggal 29 November 2016. Alasan dibuatnya gedung baru adalah karya-karya yang dimiliki Basoeki masih belum banyak yang dapat diperlihatkan. Gedung baru juga dapat dipergunakan sebagai ruang pameran dan seminar yang masih ada hubungannya dengan seni.

Reporter: Ida Mg. | Editor: Hersa

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *