Kopi Kamu Wijaya Bangun Ruang Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

CategoriesKulinerTagged , , ,

Kamu Wijaya menghadirkan suasana berbeda melalui konsep inklusivitas yang mereka bangun. Dengan melibatkan penyandang down syndrome sebagai bagian dari pelayanan, kafe ini mencoba membuka ruang kerja yang lebih setara bagi penyandang disabilitas. 

Aspirasionline.com — Di tengah ramainya kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kopi Kamu Wijaya menghadirkan ruang inklusif dengan melibatkan penyandang disabilitas sebagai bagian dari pegawai mereka.

Hari itu, deru kendaraan menemani perjalananku menyusuri riuhnya kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di atas kendaraan roda dua yang bergerak perlahan, mataku menyisir deretan bangunan tinggi yang berdiri rapat di sepanjang jalan kawasan tersebut.

Di antara hiruk-pikuk kawasan itu, pandanganku terpaut pada sebuah bangunan bernuansa putih bergaya klasik modern. Fasadnya yang elegan mampu menarikku untuk melangkahkan kaki lebih dalam untuk menelusuri isi bangunan dengan papan nama bertuliskan Kopi Kamu tersebut.

Saat memasuki area kafe, temaram lampu menghangatkan pandangan mataku. Percakapan para pengunjung mengalun pelan menghidupkan suasana siang itu, sementara aroma kopi menyeruak memenuhi tiap sudut ruangan. 

Di balik ramainya aktivitas kafe tersebut, mataku tertuju pada para pramusaji penyandang down syndrome yang sibuk bergerak dari satu meja ke meja lainnya. Menyambut pengunjung dengan senyum ramah, lalu membawa cangkir-cangkir kopi hangat ke berbagai sudut ruangan.

Salah satu pengunjung, Mai, menuturkan bahwa konsep inklusivitas yang dibawakan oleh Kopi Kamu mampu menciptakan kesan mendalam tersendiri dalam membuka ruang aman bagi penyandang disabilitas.

“Aku amaze (takjub) banget sama kafe ini karena dia bisa mempekerjakan teman-teman disabilitas kan, enggak memandang yang lain sebelah mata,” tutur Mai saat diwawancarai ASPIRASI pada Sabtu, (25/4).

Di samping itu, Aditya, pengunjung Kopi Kamu lainnya juga menyerukan hal serupa. Ia mengaku pengalaman pertama berkunjung ke kafe tersebut mengubah pandangannya terhadap penyandang disabilitas. 

Menurutnya, stigma yang selama ini melekat di masyarakat tidak sepenuhnya benar karena penyandang disabilitas juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Jadi, kayak teman-teman disabilitas tuh enggak semuanya seperti stigmanya. Terus juga mereka tuh masih bisa berkesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak,” ungkap Aditya saat diwawancarai ASPIRASI pada Sabtu, (25/4).

Memberdayakan Penyandang Disabilitas melalui Dunia Kerja

General Manager (GM) Kopi Kamu Wijaya, Gabriel Joseph Pesik mengungkapkan pada mulanya Kopi Kamu dibangun dengan misi memperkenalkan kualitas biji kopi lokal Indonesia di kancah internasional. 

Keterlibatan penyandang down syndrome dalam pelayanan tersebut berawal dari pertemuan yang tidak sengaja dengan komunitas Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) dalam sebuah festival. 

Dari pertemuan tersebut, pemilik Kopi Kamu menilai para penyandang down syndrome memiliki kemampuan dan bakat untuk berkembang, namun belum mendapat banyak ruang di masyarakat.

“Jadi, dari situ dia (pemilik kafe) menawarkan kerja sama dengan POTADS untuk mempekerjakan anak-anak down syndrome itu di kafe langsung supaya mereka itu juga bisa ada jalur karier juga, ada pengembangan supaya mereka bisa mandiri dan berkembang,” ungkap Gabriel saat diwawancarai ASPIRASI pada Sabtu, (25/4). 

Lebih lanjut, Gabriel menjelaskan dalam proses perekrutan, para calon pekerja down syndrome terlebih dahulu mengikuti pelatihan barista melalui POTADS. Seleksi yang dilakukan berdasarkan kesiapan kerja, mulai dari kestabilan emosi hingga kemampuan teknis yang dimiliki. 

Ia menuturkan bahwa pelatihan ini dilakukan secara berkelanjutan karena para pekerja down syndrome perlu terus mengulang tahapan kerja agar tetap terbiasa dengan detail pekerjaan.

“Untuk les itu, untuk anak-anak down syndrome tidak ada berhentinya, mereka memang harus tetap les. Kalau enggak, mungkin mereka gampang lupa step by step (langkah-langkah) prosesnya, detail yang lebih kecil dan itu (pelatihan) berlanjut,” tutur Gabriel.

Melalui Kopi Kamu, Gabriel berharap semakin banyak penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan yang setara di dunia kerja. Menurutnya, setiap orang memiliki kemampuan dan bakat yang berbeda, terlepas dari kondisi yang dimiliki.

 

Reporter: Syahira, Mg | Editor: Syafira 

Foto: ASPIRASI/Rayyan, Mg.

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *