PATRIBERA Tetap Pertahankan BTN, Mahasiswa Nilai Masalah Belum Selesai

CategoriesBerita UPNTagged , , ,

Setelah menuai kritik atas penugasan pembukaan rekening, panitia PATRIBERA 2026 memutuskan hanya mempertahankan BTN sebagai mitra penugasan. Meski begitu, keputusan tersebut dinilai belum menjawab keberatan mahasiswa baru terkait keamanan data pribadi.

Aspirasionline.comPanitia Patriot Bela Negara (PATRIBERA) 2026 membatalkan kewajiban pembukaan rekening SeaBank dan Bank Sinarmas setelah penugasan tersebut menuai kritik dari mahasiswa baru. Keputusan itu diambil melalui audiensi lanjutan bersama pihak rektorat, sehingga Bank Tabungan Negara (BTN) menjadi satu-satunya bank mitra yang tetap digunakan dalam penugasan tersebut. 

Project Officer (PO) PATRIBERA 2026, Nazriel Efriza, mengungkapkan bahwa pada awalnya pihak rektorat menghendaki kerja sama dengan ketiga bank tersebut dihentikan. Namun, panitia mempertanyakan kepastian pendanaan apabila seluruh kerja sama dengan sponsor tersebut dihentikan. 

“Akhirnya kami (panitia) bilang, kalo misalnya memang mau di-cut (potong) tiga-tiganya (Bank Mitra), rektorat bisa menjamin apa ke kami terkait acara ini (PATRIBERA) bisa berlangsung acaranya. Karena dari kami pun juga belum mendapat kepastian terkait dananya itu seperti apa dari pihak rektorat,” ungkap Nazriel kepada ASPIRASI pada Jumat, (17/7).

Panitia Sebut BTN Dinilai Paling Mampu Menunjang Kebutuhan Acara

Nazriel menjelaskan bahwa panitia kemudian mengusulkan agar kerjasama dengan BTN tetap dilanjutkan. Selain telah menjadi mitra pada pelaksanaan PATRIBERA tahun 2025, BTN dinilai mampu menunjang penyelenggaraan kegiatan.

“Akhirnya yang dipertahankan kenapa BTN aja, karena satu, udah pernah di tahun sebelumnya (bermitra). Terus yang kedua, dia (BTN) paling dapet rasionalisasinya, satu dari segi benefit (keuntungan) juga lumayan untuk menunjang acara, yang kedua dari segi pengendapan nominal. Itu (saldonya) gak terlalu besar, makanya dipilihnya BTN,” jelas Nazriel.

Menanggapi kritik mahasiswa baru, Nazriel menjelaskan bahwa sejak awal panitia tidak bermaksud mewajibkan seluruh mahasiswa baru membuka rekening pada seluruh bank mitra.

Menurutnya, panitia telah menyiapkan mekanisme pembagian (plotting) bank bagi setiap kelompok dan menyusun skema penugasan alternatif bagi mahasiswa yang telah memiliki rekening di bank yang ditentukan maupun yang menyatakan keberatan membuka rekening baru. 

“Kalau misalkan dari maba (mahasiswa baru) ada yang keberatan, itu bisa diselesaikan by pc (melalui pesan pribadi) mentornya, nanti ada tugas penggantinya. Kami (panitia) pun sudah menyiapkan tugas penggantinya dan tugas penggantinya memang seputar literasi keuangan,” ujarnya.

Nazriel membeberkan bahwa permasalahan ini muncul karena panitia belum sempat menjelaskan mekanisme penugasan secara menyeluruh kepada mahasiswa baru. Mulanya, penjelasan mengenai teknis pelaksanaan tugas dijadwalkan pada mentoring kedua. 

Namun, setelah isu tersebut terlanjur ramai diperbincangkan di media sosial, panitia mempercepat penyampaian informasi melalui rapat insidental bersama para mentor sebelum mekanisme penugasan dijelaskan kepada mahasiswa baru.

“Jadi, kami (panitia) mikirnya, memang itu (penugasan) akan disosialisasikan di mentoring kedua. Makanya, kami gak mensosialisasikan itu di mentoring satu, di minggu tersebut, tapi di minggu depannya, tapi karena ini sudah terlanjur viral, akhirnya kami melakukan meeting insidental sama para mentor untuk langsung aja dijelasin di besok (nya),” beber Nazriel.

Mahasiswa Nilai Perubahan Kebijakan Belum Menjawab Pokok Persoalan

Sebagaimana dalam berita ASPIRASI yang berjudul “Penugasan Buka Rekening Bagi Mahasiswa Baru Tuai Kekhawatiran Data Pribadi” penugasan pembukaan rekening bank bagi mahasiswa baru menuai kritik lantaran dinilai berpotensi mengancam keamanan data pribadi. 

Meski mekanisme penugasan telah diubah, mahasiswa baru menilai bahwa perubahan tersebut belum menyentuh persoalan utama yang sejak awal mereka soroti, yakni kekhawatiran terhadap keamanan data pribadi.

Bulan (bukan nama sebenarnya), Mahasiswa Baru Fakultas Hukum (FH), menilai keputusan panitia hanya meringankan beban penugasan, tetapi belum menyentuh pokok persoalan yang dipersoalkan mahasiswa.

“Menurut aku, bagaimana mereka (panitia) hanya, dalam tanda kutip, meringankan tugasnya. Padahal, menurut aku, itu (pengurangan bank) juga masih belum cukup, itu masih sangat amat kurang sih kak,” ucap Bulan saat diwawancarai ASPIRASI melalui Google Meet pada Jumat, (10/7).

Bagi Bulan, persoalan utama tidak berubah selama mahasiswa baru masih diwajibkan membuka rekening bank sebagai bagian dari penugasan. Oleh karena itu, ia berharap kebijakan tersebut tidak lagi diterapkan pada pelaksanaan PATRIBERA di masa mendatang.

“Menurut aku, memang ini ada baiknya untuk dihentikan gitu, loh, kak (pembukaan rekening), kayak ini bukan sesuatu yang harus dinormalisasi, dan juga ada baiknya tahun ini bisa jadi tahun terakhir, dan kalau bisa ini bener-bener ditiadakan buat tahun ini dan juga kedepannya,” tutur Bulan.

Kekhawatiran yang sama turut disampaikan Bintang (nama samaran), mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Ia menilai perubahan kebijakan yang dilakukan panitia belum cukup memuaskan karena terkesan diambil secara mendadak dan belum menjawab kekhawatiran mahasiswa mengenai keamanan data pribadi.

“Jujur kurang, sih, karena menurut aku itu, kayaknya keputusannya dibuatnya juga kayak dadakan gitu, ya, jadi kayak banyak maba yang kurang puas, karena kan kita concern (kekhawatiran)-nya itu kan balik lagi di data ya,” kata Bintang kepada ASPIRASI melalui Google Meet pada Selasa, (14/7).

Bintang juga berharap panitia menyediakan forum resmi sebagai ruang dialog agar mahasiswa dapat menyampaikan keberatan secara langsung tanpa harus menunggu masalah berkembang di media sosial.

“Kalau misalkan ada forum kan kita bisa protes secara langsung, ya, bukan kayak dari sambatan twitter (kini X) terus jadi viral. Soalnya kan itu kan nunggu viral dulu baru ada tanggapan lagi kan, karena udah rame di internet,” pungkasnya.

ASPIRASI telah berupaya meminta konfirmasi kepada Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama, Kemahasiswaan, dan Sistem Informasi UPNVJ terkait kebijakan kewajiban pembukaan rekening BTN. ASPIRASI juga telah mendatangi langsung ruang kerja Wakil Rektor III untuk melakukan wawancara. Namun, hingga berita ini diterbitkan, wawancara belum dapat dilakukan. 

 

Ilustrasi  : ASPIRASI

Reporter : Ghasya | Editor : Tia 

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *