Penugasan Buka Rekening Bagi Mahasiswa Baru Tuai Kekhawatiran Data Pribadi

CategoriesBerita UPNTagged , , , ,

Kewajiban pembukaan rekening bank dalam penugasan PATRIBERA 2026 memicu keresahan mahasiswa baru UPNVJ. Selain dinilai membebani secara administratif, penugasan tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan data pribadi.

Aspirasionline.comPelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) atau Patriot Bela Negara (PATRIBERA) 2026 menuai sorotan setelah guidebook (buku pedoman) penugasan yang diunggah melalui akun Instagram resmi @pkkmbupnvj pada Selasa, (7/7) memuat kewajiban bagi mahasiswa baru untuk membuka rekening Bank Tabungan Negara (BTN), SeaBank, dan Bank Sinarmas.

Bulan (bukan nama sebenarnya), mahasiswa baru Fakultas Hukum (FH), mengaku terkejut ketika pertama kali membaca guidebook PATRIBERA 2026. Ia mendapati adanya kewajiban membuka tiga akun rekening bank, bahkan salah satunya mengharuskan mahasiswa mengendapkan saldo.

“Aku lihat lagi (guidebook), nih, kak, banyak banget, masa sampai ada yang tiga gitu (bank), yang SIMAS (Sinarmas) malah disuruh (harus ada) minimal saldo juga, kan, kak, yang Rp100 ribu,”  ungkap Bulan saat diwawancarai ASPIRASI melalui Google Meet pada Jumat, (10/7).

Penugasan tersebut menimbulkan keberatan lantaran dinilai menambah beban administratif serta menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan data pribadi.

“(Yang dikhawatirkan) mengenai (keamanan) data pribadi, ya, kak, itu pertama, mengenai di mana kita tahu, kan, di negara kita ini data pribadi itu masih sangat amat rentan untuk tersebar gitu,” ujar Bulan. 

Bayang-Bayang Mahasiswa Baru Terkait Kebocoran Data Pribadi 

Dalam keterangannya, Bulan menuturkan bahwa mentor kelompok PATRIBERA nya sempat menjelaskan bahwa data pribadi mahasiswa akan aman karena ketiga bank tersebut berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Kendati begitu, penjelasan tersebut belum mampu menghilangkan kekhawatirannya sebab dirinya merasa bahwa pembuatan akun bank sepenuhnya merupakan ranah pribadi. 

“Menurut aku, pembuatan akun rekening tuh, memang sifatnya pribadi dan tidak bisa dipaksakan, apalagi dikatakan sebagai tugas wajib bagi setiap maba (mahasiswa baru) dari UPNVJ,” terangnya.

Lebih lanjut, panitia akhirnya mensosialisasikan terkait perubahan mekanisme penugasan, yang diubah menjadi sistem plotting (pemetaan) pada bank tertentu sesuai pembagian kelompok. Namun, yang dilakukan panitia tidak serta-merta menyelesaikan substansi permasalahan. 

“Satu kelompok kita, kan, ada 35 orang, 15 orang bakal bikin akun SIMAS, dan 20 orang itu bikin kedua-duanya, itu ada Seabank dan juga BTN. Tapi, menurut aku sendiri ya kak, itu juga masih bukan solusi yang paling baik,” ujar Bulan.

Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Bintang (nama samaran), mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada jumlah rekening yang harus dibuat, melainkan risiko penyalahgunaan data pribadi.

“Yang aku khawatirin pasti data, ya karena ada yang bilang juga tahun kemarin katanya ada data mahasiswa yang ke-leak (bocor) kan terus di telepon, penipuan itu,” ucap Bintang kepada ASPIRASI melalui Google Meet pada Selasa, (14/7). 

Hingga dalam mentoring (pendampingan) pada Minggu, (12/7) mekanisme penugasan kembali diubah sehingga mahasiswa hanya diminta membuka rekening BTN. Meski begitu, Bintang menilai perubahan belum menjawab kekhawatiran mahasiswa baru.

“Jadi, kayak banyak maba yang kurang puas, karena kan kita concern (perhatian)-nya itu balik lagi di (keamanan) data, ya, tapi kalau kita tetap bikin, ya, sama aja gitu,” tutur Bintang.

Pembukaan Rekening Disinyalir Tak Punya Urgensi Akademik

Ditengah masalah yang mencuat ini, Kepala Komisi I Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UPNVJ, Fedora Zakiyah, menyoroti penugasan pembukaan rekening bank tidak memiliki urgensi dari sisi akademik. 

“Terus kalau misalkan urgensi akademik, jujur aja, ya enggak ada sebenarnya. Jujur aja nih gue. Sebenarnya enggak ada urgensinya terkait pendidikan,” kata Fedora kepada ASPIRASI pada Kamis, (16/7). 

Meski demikian, Fedora menjelaskan panitia mempertimbangkan keterbatasan anggaran pelaksanaan PATRIBERA 2026 sehingga menggandeng beberapa bank sebagai mitra. 

“Kenapa mereka (panitia) minta tiga bank? karena tiap bank ini, tuh, berikan benefit (keuntungan) yang akhirnya terpenuhi, dan mereka itu juga targetnya adalah mau ngebalikin DAP (Dana Awal Panitia) full (penuh) panitia, makanya sampai gacor tiga bank,” bebernya.

Menanggapi kekhawatiran mahasiswa mengenai keamanan data pribadi, Fedora mengatakan bahwa panitia bisa menjamin keamanan data mahasiswa karena langsung diproses oleh bank yang berada di bawah pengawasan OJK.

“Bisa sih, dijamin. Karena kan bank-bank yang terkaitkan sudah terdaftar dari pengawasan OJK tersendiri. Jadi, apa namanya, kalau menjamin (data pribadi), memang menjamin,” katanya.

Di tengah kontroversi yang ada, mengutip dari Kompas.com, UPNVJ melalui Hubungan Masyarakat (Humas) menyatakan bahwa kewajiban pembukaan rekening pada tiga bank bukan merupakan kebijakan universitas.

“Berdasarkan hasil konsolidasi dan pembahasan, dapat ditegaskan bahwa pembukaan rekening pada tiga bank bukan merupakan kebijakan UPNVJ,” dilansir dari Kompas.com pada Kamis, (9/7).

Masih mengutip Kompas.com, UPNVJ juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat persetujuan maupun kerjasama resmi antara universitas dengan ketiga bank tersebut terkait pembukaan rekening bagi mahasiswa baru.

“Hingga saat ini, belum terdapat persetujuan maupun kerjasama resmi antara UPNVJ dengan ketiga bank yang dimaksud terkait pelaksanaan PKKMB 2026 maupun kewajiban pembukaan rekening bagi calon mahasiswa baru,” jelas pihak UPNVJ. 

Guna mendapatkan kejelasan dibalik dinamika penugasan pembukaan akun rekening bank ini, ASPIRASI telah berupaya menghubungi Project Officer (PO) PATRIBERA 2026, Vice Project Officer (VPO) PATRIBERA 2026, Steering Committee PATRIBERA 2026, dan Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, tetapi hingga berita ini terbit belum ada respons resmi yang ASPIRASI dapatkan. 

 

Ilustrasi : Calista

Reporter : Anita | Editor : Ghasya

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *