SKPI Sportavest 2024 Terbit Usai Ramai di Media Sosial

CategoriesBerita UPNTagged , ,

Setelah tertunda selama sekitar satu setengah tahun, SKPI panitia Sportavest 2024 akhirnya diterbitkan. Dokumen tersebut terbit setelah keluhan panitia terkait keterlambatan SKPI ramai menjadi perbincangan di media sosial, sekaligus memunculkan sorotan terhadap sejumlah dinamika selama penyelenggaraan kegiatan.

Aspirasionline.com Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) bagi panitia Sportavest 2024 akhirnya diterbitkan bersamaan dengan klarifikasi dari Bidang Minat dan Bakat Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (BEM UPNVJ) melalui akun Instagram @bem.upnvj pada Minggu, (7/6). 

Koordinator Bidang Acara Sportavest 2024, Syifadilla, mengatakan bahwa ia baru menyadari SKPI miliknya belum diterima pada April 2026, sekitar satu setengah tahun setelah rangkaian Sportavest 2024 berakhir. 

Saat meminta penjelasan kepada Wakil Ketua Pelaksana Sportavest 2024, Abyan Hafidz atau yang kerap dipanggil Sutet, Syifa mengaku mendapat informasi bahwa keterlambatan penerbitan SKPI disebabkan belum adanya desain dari Divisi Publikasi, Dokumentasi, dan Desain (PDD). 

“Terus, beliau (Sutet) bilang, ‘aduh gue enggak tahu, nih, Cip (nama panggilan Syifa). Setahu gue, enggak ada desainnya dari PDD.’ Jadi, dia nyalahin PDD karena PDD enggak ngasih desain. ‘Coba tanya Rainer.’,” tutur Syifa kepada ASPIRASI pada Kamis, (7/5). 

Lantas, Syifa menghubungi Rainer, Ketua Pelaksana Sportavest 2024, pada Selasa, (7/4) untuk meminta penjelasan terkait keterlambatan SKPI. Namun, pesan yang ia kirim tak kunjung mendapat respons. Ia pun kembali menanyakan perkembangan SKPI tersebut melalui grup besar panitia, tetapi tetap tidak memperoleh kejelasan.

Merasa persoalan itu tak kunjung menemukan titik terang, Syifa akhirnya mengunggah keluhannya ke media sosial pribadi. Unggahan tersebut kemudian ramai dan menarik perhatian publik. 

“Malamnya, gue tanya di grup besar. Bukan ke BPH (Badan Pengurus Harian) lagi, tetapi di grup besar. SKPI gimana, nih, segala macam, itu enggak ada respons. 1×24 jam, tuh, enggak ngerespons. Gue upload (unggah) ke TikTok, ternyata impression (pengaruh)-nya gede banget,” ungkapnya.

Konten yang diunggah oleh Syifa di media sosial milik pribadinya

Sumber : Syifa

Tak lama setelah unggahan tersebut ramai diperbincangkan, Rainer Samuel,  Ketua Pelaksana Sportavest 2024, akhirnya memberikan klarifikasi yang disertai pernyataan bahwa tanggung jawab penyelesaian SKPI telah dilimpahkan kepada BEM UPNVJ periode 2025. 

“Dia (Rainer) baru klarifikasi. ‘Sorry (maaf), ya, untuk SKPI, segala macam. Gue sudah coba untuk minta tolong BEM periode selanjutnya, itu BEM 2025.’ Namun, untuk masalah keseluruhannya dia bilang, ‘bukan tanggung jawab gue, karena gue sudah ngembanin tanggung jawab ini ke Sutet. Coba lo tanya Sutet.’,” terang Syifa. 

Setelah mencoba mencari penjelasan kepada sejumlah pihak, Syifa mengaku masih kesulitan mendapatkan jawaban pasti mengenai penyelesaian SKPI. Alih-alih memperoleh kepastian, ia merasa terus diarahkan dari satu pihak ke pihak lainnya. 

“Terus, gue merasa kayak, gue dilempar-lempar, nih. Gue nanya ke Sutet, harus nanya ke Rainer. Gue nanya ke Rainer, (katanya) coba tanya Sutet,” tegasnya. 

Transparansi Keuangan Sportavest 2024 Turut Menuai Sorotan

Di samping keterlambatan SKPI, Syifa juga menyoroti sejumlah hal yang terjadi selama pelaksanaan Sportavest 2024. Menurutnya, beberapa aturan yang sejak awal disampaikan kepada panitia tidak selalu diterapkan secara konsisten ketika kegiatan berlangsung. 

Salah satu yang menjadi sorotannya ialah persoalan Dana Administrasi Panitia (DAP). Berdasarkan ketentuan yang disampaikan kepada panitia, mereka yang belum melunasi DAP tidak berhak menerima sejumlah fasilitas seperti konsumsi, lanyard (tali gantung), kaus panitia, hingga SKPI. Namun, Syifa menilai praktik di lapangan justru menunjukkan hal yang berbeda. 

“Transparansi keuangan, sih, yang paling mengganggu, ya, karena sebenarnya gue enggak tahu, ya, ini emang kebijakan dari BEM U kalau ada suatu keuangan segala macam volunteer (sukarelawan), tuh, enggak ada di transparansi. Gue juga enggak tahu karena gue volunteer,” jelas Syifa. 

Keresahan itu semakin terasa ketika aturan yang telah berulang kali disampaikan kepada panitia tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Syifa mengaku masih menemukan panitia yang belum melunasi DAP, tetapi tetap memperoleh fasilitas yang sebelumnya disebut tidak akan diberikan kepada mereka yang menunggak.

“Tetapi, ketika hari-H, yang enggak bayar (DAP) ini nge-checklist (centang) konsum. Itu, sih, yang kayak bikin gue, kok, jadi kayak beda gitu peraturannya,” heran Syifa.

Tak hanya soal konsumsi, Syifa juga menyoroti penggunaan atribut panitia. Ia mengaku sempat menawarkan penggunaan pita sebagai penanda bagi panitia yang belum melunasi DAP. Namun, usulan tersebut tidak diterapkan sehingga sejumlah panitia yang belum melunasi DAP tetap mengenakan kaus resmi kepanitiaan. 

Terlebih, sebagian fasilitas yang diterima panitia yang belum melunasi DAP berasal dari kontribusi panitia lain yang telah memenuhi kewajibannya. 

“Tetapi, orang-orang yang enggak bayar (DAP) ini enggak mau pakai pita, dia maunya pakai kaus dan di mana kaus tersebut adalah hasil dari teman-teman yang sudah lunas, nombokin,” tandas Syifa. 

Menanggapi berbagai keluhan yang muncul terkait Sportavest 2024, Kepala Departemen Olahraga BEM UPNVJ 2026, Riyadi, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti persoalan tersebut setelah menerima informasi mengenai keterlambatan penerbitan SKPI. 

“Ketika kami mendapatkan informasi mengenai adanya apa, ya, bahasanya, keterlambatan, lah, ya, keterlambatan mengenai SKPI Sportavest yang diadakan di tahun 2024. Kami langsung membantu tindak lanjut cepat mengenai administrasi yang harus kita selesaikan, kita bantu selesaikan,” terang Riyadi kepada ASPIRASI pada Senin, (8/6). 

Meski demikian, Riyadi mengaku tidak mengetahui secara rinci penyebab persoalan tersebut karena dirinya tidak terlibat dalam kepanitiaan Sportavest 2024. Ia mengatakan baru mengetahui adanya permasalahan SKPI setelah isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. 

Terkait sorotan mengenai transparansi keuangan, Riyadi mengatakan evaluasi telah diberikan kepada panitia dan pengurus Departemen Olahraga. 

“Aku sudah memberikan arahan dan masukkan terhadap teman-temanku, bahwa transparansi itu sangat dibutuhkan. Jadi, nantinya ketika memang pada saat sudah selesai dari kegiatan Sportavest, pastinya nanti akan ada transparansi-transparansi yang kami munculkan seperti itu,” kata Riyadi.

ASPIRASI telah berupaya menghubungi Ketua Pelaksana, Wakil Ketua Pelaksana, dan kedua Steering Committee (SC) Sportavest 2024 terkait persoalan yang diangkat dalam tulisan ini. Namun, keempatnya tidak bersedia memberikan keterangan maupun tanggapan lebih lanjut hingga tulisan ini diterbitkan.

 

Ilustrasi : ASPIRASI/Amel, Mg.

Reporter : Amel, Mg. | Editor: Tia 

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *