banner

Melancarkan Misi Universitas, FISIP Buka Prodi Baru

Written by

Guna menunaikan kewajibannya sebagai kampus negeri, UPNVJ membuka prodi baru, yaitu Ilmu Politik.

Aspirasionline.com – Seusai status Negeri yang disandang oleh Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), selain memperbaiki fasilitas kampus, nampaknya UPNVJ juga gencar membuka program studi (prodi) baru, guna menambah jumlah mahasiswa. Salah satu dosen Ilmu Politik UPNVJ, Ardana Ulfa Aziz mengatakan bahwa status negeri yang disandang oleh UPNVJ kini memiliki misi untuk menambah jumlah mahasiswa. “Itu juga sudah dituangkan dalam rencana strategi (restra) dari UPNVJ bahwa memang kita akan menambah prodi, salah satunya politik dalam rangka menambah mahasiswa baru,” jelasnya.

Ketika ditemui ASPIRASI pada Senin (3/4) lalu, Ardana menjelaskan bahwa dari tujuh proposal yang diajukan ke Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), tiga diantaranya disetujui pada Maret lalu, yaitu Ilmu Politik, Ilmu Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Syariah. Sementara empat prodi lainnya dikembalikan dan diminta untuk direvisi kembali.

Dengan disetujuinya prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dengan segera memasang banner pengumuman prodi baru di depan gedungnya. Namun hal itu tak berarti Ilmu Politik akan menerima mahasiswa baru di tahun ini. Hal tersebut dikarenakan proposal yang memang sudah disetujui oleh Kemenristekdikti tersebut, hingga kini belum juga mengeluarkan Surat Keputusan (SK). “Itu juga yang menjadi acuan untuk membuka penerimaan mahasiswa baru Ilmu Politik,” jelas wanita kelahiran 1975 tersebut.

Hadirnya prodi baru di FISIP juga memunculkan banyak pertanyaan khususnya di kalangan mahasiswa yang menganggap bahwa fasilitas di FISIP belum cukup memadai. Tak hanya mahasiswa, Wakil Dekan I, Siti Maryam, ketika dijumpai ASPIRASI pada Kamis (16/3) lalu pun tak kalah bingung. “Saya juga tidak tahu, Wong kita masih kurang, lihat saja ruang dosen itu, untuk HI dan Komunikasi saja sudah tidak cukup. Apalagi ditambah politik, mau ditaruh dimana?” ungkapnya.

Senada dengan Siti, Ardana mengungkapkan bahwa ruangan di FISIP itu sangat terbatas. Ia mengaku bahwa untuk mencari ruang kelas pengganti di FISIP sendiri cukup sulit. Tak dipungkiri untuk mengatasi hal tersebut, tak jarang dosen FISIP meminjam ruangan di gedung fakultas lainnya.

Meskipun begitu Ardana yakin bahwa dengan bantuan universitas hal tersebut bisa ditangani. “Kita tahu gedung di UPNVJ tidak hanya satu, dan ruangannya pun banyak. Maka saya yakin bila ada tangan rektor hal itu bisa disiasati,” harapnya. Selain fasilitas ruangan, FISIP juga menyiapkan tenaga pengajar yang memang berkualitas dibidang ilmu politik. Diketahui bahwa saat ini FISIP sudah memiliki tujuh dosen yang siap mengajar di prodi Ilmu Politik. “Sejauh ini sudah ada dan siap mengajar, untuk saat ini mereka ditempatkan di prodi ilmu komunikasi,” jelasnya.

Lahirnya Ilmu Politik di UPNVJ ini tentunya diharapkan dapat memenuhi misi baik Universitas maupun Fakultas. Sebagai dosen politik di UPNVJ, yang juga turut terlibat langsung dalam pengadaan prodi Ilmu politik ini, Ardana juga memiliki harapan yang besar untuk lulusan Ilmu Politik UPNVJ menjadi lulusan terbaik yang dapat menjadi andalan. “Kita punya suat ciri khas, dimana kita akan ada konsentrasi politik perkotaan dan pertahanan, dan ini merupakan hal yang jarang. Karena itu saya berharap dengan ada nya konsentrasi ini, UPNVJ akan mencetak lulusan-lulusan yang memang sangat ahli di bidang tersebut,” tutupnya.

Reporter : Maharani Mg. |Editor : Sasgia

Article Tags:
· ·
Article Categories:
Berita UPN

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *