‘Orang Tanpa Gejala’ Bikin Cemas, Bagaimana Agar Tak Terinfeksi?

Forum Akademika

Mewabahnya Coronavirus Disease (Covid-19) tanpa menunjukkan gejala semakin mengkhawatirkan masyarakat. Bagaimanakah pencegahan penyebarannya?

Aspirasionline.com – Sejak merebaknya Covid-19, masyarakat dibuat was-was akan ciri-ciri gejalanya. Salah satu gejala yang ditimbulkan dari virus ini adalah flu, batuk, hingga demam. Selain itu, virus ini juga dapat ditularkan melalui pertikel-partikel percikan tetesan bersin, batuk, atau bahkan ketika seseorang tengah berbicara.

Melalui data yang diungkapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam konferensi pers pada April lalu, mengungkapkan bahwa 75% pasien tanpa gejala diidentifikasi telah menularkan virus Covid-19 kepada orang lain. Dokter spesialis paru, Faisal Yunus mengatakan untuk saat ini membedakan flu biasa dengan flu yang diakibatkan Covid-19 terbilang sulit. Menurutnya, hal ini disebabkan karena kasus penularan Covid-19 sudah menjadi local transmission yang terjadi di lokasi tempat pasien itu sekarang.

“Tidak seperti awal-awal (penularannya, red) yang mudah untuk diidentifikasi melalui kontak pasien yang terjadi saat pasien melakukan perjalanan ke luar negeri,” jelas Yunus.

Dalam video yang diunggah oleh Dokter Spesialis Paru, Mohammad Fahmi Alatas juga menjelaskan bahwa infeksi yang disebabkan oleh flu biasa disertai dengan pilek yang mengeluarkan ingus atau lendir. Namun, menurut Fahmi, gejala flu pada corona jarang sekali demikian.

“Gejala Covid-19 yang sering terjadi adalah demam, sakit kepala, nyeri tenggorokan, dan yang paling khas adalah sesak nafas atau infeksi telah berjalan ke saluran napas yang lebih bawah dan menjalar ke paru,” ungkap Fahmi.

Lebih lanjut, Fahmi, menerangkan adanya kasus Covid-19 yang terjangkit pada seseorang tanpa adanya gejala menjadi kasus yang semakin mengkhawatirkan. Betapa tidak, orang-orang yang terlihat sehat dan tidak ada gejala apapun tanpa disadari dapat menularkannya kepada orang lain.

“Nah di sinilah pentingnya self isolation yang dihimbau oleh WHO, pemerintah juga menghimbau mengurangi pertemuan secara langsung, acara-acara massal yang di situ ada orang berjumlah banyak dengan jarak berdekatan,” jelas Fahmi melalui akun video YouTube-nya.

Fahmi juga mengatakan walaupun hingga saat ini virus corona tidak terkonfirmasi dapat menular lewat dari udara atau transmission, namun penularan virus ini dapat berpecik lewat partikel yang dikeluarkan lewat batuk dan bersin. Ini dinamakan droplet transmission atau terjadi kontak langsung.

“Hal ini lah yang harus kita hindari dan berjaga jarak dengan seseorang yang menderita batuk dan pilek karena cepat untuk ditularkan kepada orang yang sehat,” tambah Fahmi.

Pentingnya Menjaga Kekebalan Imun Tubuh

Menurut Fahmi, dalam menghadapi wabah Covid-19, kita harus menjaga kekebalan imunitas pada tubuh dengan selalu berpikiran positif, tidak terlalu cemas, dan tenang agar daya tahan tubuh tidak menurun.

Sebab, terang Fahmi, infeksi Covid-19  menyerang kepada orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh atau tingkat kadar imunitas yang rendah.

Penelitian kedokteran telah membuktikan bahwa orang-orang yang stress ataupun depresi, telah terjadi pelepasan hormon depresi, stress hormon. Stress hormon ini menurut Fahmi, merupakan salah satu jenis streroid yang nantinya akan menekan sistem imunitas seseorang.

“Di antaranya dia akan menekan jumlah limfosit. Kita tau bahwa limfosit akan mengatur sistem imunitas pasien ini yang kalau kurang akan dia tingkatkan dan sebagainya,” kata Fahmi.

Ia menambahkan masyarakat juga tidak boleh depresi dan tetap berpikiran positif walau seburuk apapun kenyataan yang misalnya dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan rangkaian tes.

“Pasien tetap harus tenang agar imunitas pada tubuhnya tidak turun, sehingga tidak menghambat kesembuhannya,” ungkap Fahmi.

Senada dengan Fahmi, Yunus juga menambahkan bahwa untuk menjaga imunitas agar terhindar dari Covid-19 dengan mengkonsumsi berbagai jenis vitamin kekebalan imun. Seperti vitamin C dan D yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh.

“Dan juga menghimbau untuk rajin mencuci tangan dan memakai masker saat akan keluar rumah,” tutup Yunus kepada ASPIRASI.

Reporter: Meiliana Mg.| Editor: M. Faisal Reza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *