Dia di antara mereka,
datang dengan senyum semringah.
Berdasi dan membawa narasi,
bahwa negeri ini sedang baik.
Dia merasa jadi bagian mereka.
Ikut jemawa seolah bangsa terhormat.
Andai dia paham betapa terinjak bangsanya.
Menjadikan rakyatnya saling menghina.
Dia datang ke mereka.
Pergi bersandiwara atas nama agenda penting,
dari pajak rakyat yang pontang-panting,
percaya bahwa pemerintah tak membawa pening.
Dialah lelucon mereka.
Merasa dirinya setara surga,
hanya karena berdiri di podium.
Biarlah dia jadi bagian neraka paling dalam.
Dia tidak di antara mereka.
Seolah buta, dia tak melihat rakyat.
Seolah tuli, dia tak mendengarkan realitas.
Seolah bisu, dia tidak membicarakan derita.
Dia sibuk mempertuan para tuan.
Menghamba di bawah kaki mereka.
Mengabdi pada rakyatnya pun tak bisa.
Memohon kepada Tuhan pun tak terlihat.
Dia takabur.
Datang dengan ajudan.
Bersua dengan para tuan.
Berharap sang tuan terhibur.
Penulis: Najmi Fathya
Editor: Fabiana Amhnun
