Sistem pendaftaran Wisuda ke-77 UPNVJ sempat mengalami gangguan. Kondisi tersebut membuat calon wisudawan mempertanyakan kesiapan sistem kampus dan khawatir waktu pemenuhan persyaratan semakin terbatas.
Aspirasionline.com – Sistem pendaftaran Wisuda ke-77 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) sempat mengalami gangguan sehingga belum dapat digunakan sesuai jadwal yang semula dibuka pada Senin, (3/8). Kondisi tersebut membuat para calon wisudawan mempertanyakan kesiapan sistem kampus karena waktu pendaftaran semakin terbatas.
Pendaftaran yang semula dijadwalkan berlangsung pada Senin, (3/8) hingga Senin, (17/8) baru dapat digunakan kembali beberapa hari setelah jadwal pembukaan. Calon wisudawan sebelumnya hanya memperoleh informasi bahwa laman wisuda masih dalam proses perbaikan, tanpa penjelasan mengenai penyebab gangguan.
Mahasiswa Program Studi (Prodi) Sarjana (S-1) Hubungan Internasional (HI) angkatan 2022, yang akan melangsungkan wisuda pada September nanti, Farah, mempertanyakan kejelasan pendaftaran karena laman wisuda belum dapat digunakan sejak jadwal pendaftaran dibuka pada Senin, (3/8).
Farah kemudian menanyakan kondisi tersebut kepada dosen Pembimbing Akademik (PA) dan pihak prodi. Pihak prodi menyampaikan bahwa laman wisuda masih mengalami perbaikan dari pusat.
“Jadi, sampai sekarang ini belum tahu, nih, jelasnya kayak gimana (pendaftaran), soalnya kalau dari staf prodi juga ngomongnya yang laman wisuda itu masih bermasalah jadi masih perbaikan,” ujar Farah kepada ASPIRASI melalui Google Meet pada Kamis, (13/8).
Mahasiswa Soroti Kesiapan Sistem UPNVJ
Keterlambatan akses sistem membuat mahasiswa khawatir harus menyelesaikan berbagai persyaratan dalam waktu singkat. Farah menyoroti jumlah calon wisudawan i HI yang mencapai 156 mahasiswa, sementara sejumlah persyaratan membutuhkan proses pengesahan dan tanda tangan.
Keresahan mengenai keterlambatan juga disampaikan oleh calon wisudawan dari S-1 HI angkatan 2022 lainnya, Uhfa, yang menyoroti persoalan berbeda dalam proses pengesahan. Ia mengaku harus mengulang proses pengesahan hingga lima kali karena adanya perbedaan ketentuan dari pihak yang memberikan persetujuan.
Kondisi tersebut membuat Uhfa menyayangkan pihak kampus yang meminta mahasiswa segera menyelesaikan berbagai persyaratan, sementara sistem pendaftaran wisuda belum dapat digunakan.
“Menurut aku agak menyebalkan, ya, kalau misalkan kita, tuh, diburu-buruin kampus, tetapi kampus sendiri, tuh, kayak enggak siap gitu, loh, dengan website-nya sendiri,” kata Uhfa dalam wawancara bersama ASPIRASI melalui Google Meet pada Jumat, (14/8).
Lebih jauh, Uhfa juga khawatir keterlambatan pembukaan akses pendaftaran akan berdampak bagi mahasiswa yang membutuhkan dokumen kelulusan untuk kepentingan lain.
Ia mencontohkan mahasiswa yang hendak mengikuti program magang pada Oktober dan membutuhkan Surat Keterangan Lulus (SKL) serta pembaruan status pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
“Buat teman-teman yang mau Magang Hub, itu mengganggu banget, ya, menghambat banget gitu, loh, karena kita enggak bisa daftar Magang Hub kalau misalkan PDDikti kita masih (berstatus) mahasiswa aktif,” jelasnya.
Kampus Sebut Sistem Mengalami Gangguan
Staf Akademik UPNVJ, Utamy Mauludiyah, membenarkan adanya kendala pada sistem pendaftaran wisuda. Ia mengatakan pihak akademik tidak dapat mengakses sistem untuk membuka pendaftaran sehingga harus berkoordinasi dengan Tim Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
“Sebenarnya terkait hal tersebut (gangguan), itu di luar ekspektasi kita, ya, karena yang pertama, sistem kita enggak pernah bisa tahu, dia sedang down atau tidak dan memang belakangan ini beberapa sistem memang sedang posisinya down termasuk yang wisuda,” ungkap Utamy saat ditemui oleh ASPIRASI pada Selasa, (18/8).
Utamy mengatakan pihaknya tidak mengetahui secara spesifik penyebab gangguan tersebut. Mereka hanya melakukan koordinasi dengan tim TIK untuk memastikan sistem dapat digunakan kembali.
Setelah sistem kembali dapat digunakan pada Jumat, (14/8), kampus memperpanjang masa pendaftaran hingga Senin, (24/8). Utamy juga mengatakan perpanjangan waktu masih dapat dilakukan apabila nantinya diperlukan.
“Sementara ini, sih, paling kita perpanjangan waktu aja. Kalau misalnya masih dibutuhkan nanti akan diperpanjang kembali, tetapi itu tergantung dari nanti arahannya seperti apa,” pungkas Utamy.
Meski masa pendaftaran diperpanjang, jadwal wisuda ke-77 pada Sabtu, (12/9) tetap berjalan sesuai rencana. Utamy mengatakan jadwal tersebut tidak mudah diubah karena lokasi pelaksanaan telah dipesan jauh-jauh hari.
Ilustrasi : ASPIRASI/Calista
Reporter : Ghasya | Editor : Safira
