Kupas Akun @UPNVJ.Parkir sebagai Ruang Satir Sekaligus Informasi Ringan di Kalangan Mahasiswa

CategoriesEksklusif

Akun Instagram @upnvj.parkir kini semakin ramai diperbincangkan di kalangan mahasiswa UPNVJ. Platform ini dimanfaatkan sebagai kanal satir sekaligus ruang kritik ringan terhadap dinamika kampus.

Aspirasionline.com – Di tengah dinamika pemberitaan kampus Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), terdapat satu akun Instagram yang tengah diperbincangkan di kalangan mahasiswa. Awalnya sebagai ruang satir yang menghibur, @upnvj.parkir kini berkembang menjadi media kritik serta informasi ringan di kampus.

Akun ini lahir dari dorongan untuk menyajikan informasi kampus yang faktual namun dibalut dengan humor satir. Platform tersebut mulai diperkenalkan kepada publik pada tahun 2024.

Namun, bagaimana sebenarnya perjalanan akun ini? Apa yang melatarbelakangi perubahan arah postingan? Dan bagaimana pengaruhnya terhadap lingkungan media mahasiswa di UPNVJ? 

Berangkat dari hal tersebut, ASPIRASI berkesempatan untuk mewawancarai pendiri @UPNVJ.parkir pada Senin, (1/12) melalui Google Meet. Dalam wawancara ekslusif ini, kami menggali soal transformasi perubahan akun, strategi postingan, hingga pesan bagi mahasiswa dalam menerima serta memproses informasi kampus. 

Q: Hal apa yang mendorong terciptanya akun @upnvj.parkir di Instagram? Apakah ada dasar yang mendorong (urgensi) sehingga akun tersebut terbentuk? 

Gue bikin akun ini tuh awalnya karena gue lihat banyak kampus lain punya, yang fungsinya seperti wadah laporan atau masukan dari mahasiswa. Itu, gue mikir, “Kok UPN belum ada, ya?” Padahal perilaku seperti gitu juga sering terjadi di lingkungan kampus kita.

Dan urgensinya muncul karena fenomena, fenomena itu dekat sekali dengan mahasiswa. Tapi selama ini, belum ada media yang formal yang menampung laporan atau keluhan tersebut secara tepat.

Jadi, akhirnya akun ini dibentuk sebagai salah satu keputusan, ini sekaligus menurut gue jadi wadah buat share awareness (berbagi kesadaran) ataupun hiburan juga buat mahasiswa.

Q: Adakah pihak lain yang ikut memiliki kendali dalam mengelola akun @upnvj.parkir?

Akun ini masih (dipegang oleh) mahasiswa sendiri, jadi mungkin tidak akan sampai ke satpam. Karena ya sekali lagi gue bilang, kami ada dari keluarga mahasiswa dan untuk keluarga mahasiswa, makanya gue tidak mau ada kesalahpahaman.

Q: Bagaimana Anda mendefinisikan kategori akun @upnvj.parkir (media hiburan, kritik sosial, keduanya)?

Mungkin akun ini tuh bisa dibilang gado-gado sekali, lah. Seperti campuran antara hiburannya, edukasi ringannya, sama informasi. Tapi inti kontennya tetap laporan parkir yang menurut gue tidak sesuai.

Jadi, lu sadar kalau isi instagramnya cuma foto motor atau mobil doang orang pasti bosan. Karena itu, gue tambahin konten yang shitpost (unggahan sampah) biar audience (pembaca) tetap engage (tertarik) lah dan juga bisa ngereach (menggapai) audience sampai luas.

Q: Bagaimana mekanisme publikasi (foto dan video) yang dilakukan oleh akun @upnvj.parkir setelah mendapatkan pesan dari pelapor?

Di bagian direct message (DM) juga itu ada tiga bagian, yaitu laporan parkir, terus ada kerja sama, lalu ada juga lost and found. Setiap ada laporan yang masuk ke DM ini pertama-tama gue tuh selalu crosscheck (cek berulang) kronologi sama pelapornya. Ini penting, karena sekarang banyak sekali pelapor yang cuma ingin viral.

Terus ada yang sengaja juga dibikin-bikin situasinya, terus ada juga yang mau ngejebak temannya biar masuk ke akun ini. Bahkan kayak bikin foto sendiri juga, intinya banyak yang cari perhatian lah sekarang itu. Nah, itu semua juga jelas bertentangan sama tujuan awal bikin akun itu.

Jadi, gue benar-benar selektif, pastikan bahwa laporan yang masuk itu faktual, tidak dimanipulasi dan tetap bisa jadi edukasi. Kalau laporannya sudah gue pastiin valid, barulah gue edit dan gue posting. 

Q: Bagaimana Anda melakukan pemilihan isu yang akan diposting dalam akun @upnvj.parkir? Adakah pedoman tertentu?

Gue tidak punya pedoman formal. Tapi, yang gue punya ya mungkin moral kompas pribadi gue sebagai admin sendiri. Jadi, isu yang bisa gue angkat ya mungkin isu yang jelas-jelas di luar sana, atau misalkan seperti kasus yang kemarin, yang kita (angkat) spam call (panggilan spam), ya intinya situasi yang memang butuh awareness (perhatian) atau konten-konten lucu.

Q: Ketika menerima laporan yang sifatnya sensitif, bagaimana proses verifikasi dan pertimbangan yang Anda lakukan agar tidak menimbulkan masalah etis?

Yang pertama adalah gue menanyakan lebih lanjut si pelapor ini, karena masih banyak seperti yang bikin mungkin kalau gue posting bakal bisa menimbulkan kontroversi. Misalnya seperti, “Admin tolong dong laporin nih, anak jurusan ini, fakultas ini, gini gini gini.” Nah, itu terkadang agak kebanyakan tuh karena bisa menyebabkan permasalahan. Karena gue juga belum tahu juga tentang halnya (informasinya).

Q: Bagaimana pandangan Anda terhadap perubahan akun @upnvj.parkir yang awalnya merupakan akun shitpost, kemudian berubah menjadi salah satu sumber informasi kampus? 

Media partner (kerja sama media) pertama kami itu kalau tidak salah, salah satu program kerja dari fakultas dan dari situ (saya) sadar kalau mungkin ini bukan hanya bersifat sebagai pelaporan, tetapi juga sebagai media yang punya jangkauan di lingkungan kampus.

Tapi, menurut gue, selama bentuk kerjasamanya itu positif dan gue juga bisa kasih eksposur yang baik ke acara tersebut, menurut gue, “Kenapa tidak?” Tidak ada salahnya. Justru gue ingin akun itu bisa bermanfaat lebih luas. Gue ingin media yang gue kelola ini jadi wadah buat kegiatan kampus yang bermanfaat.

Q: Apa hal yang kedepannya akan Anda lakukan jika akun @upnvj.parkir terus menjadi salah satu akun yang dipercaya oleh mahasiswa UPNVJ? 

Yang pertama gue bakalan open recruitment (perekrutan terbuka) untuk menjadi, bisa dibilang tim kami, untuk mencari tim. Supaya bisa untuk (bagian) posting ke tim adminnya sendiri atau (ada) yang urusan untuk kerjasama.

 

Ilustrasi : Athaya Shaqi, Mg.

Reporter : Athaya Shaqi, Mg.| Editor : Rieanita Widyaningrum

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *