Wajah Baru FourtyFive Station 2019


Wajah Baru FourtyFive Station 2019

Kebersamaan, kesederhanaan, dan kreativitas menjadi tujuan utama bagi Fourtyfive Radio untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan yang lain.

Aspirasionline.com — Fourtyfive Station merupakan kegiatan yang sudah enam kali diadakan oleh Fourtyfive Radio sejak tahun 2014. Dimulai dari kegiatan Charity, Talkshow, hingga Peak Night menjadi rangkaian dalam perayaan ulang tahunnya yang ke 11. Dengan mengangkat tema “OUTER SPACE” (Offering You Time That Will Engage Relation, Simplicity, Personality, and Creativity).

Terlihat berbeda dari perayaan di tahun-tahun sebelumnya, pada perayaan kali ini terdapat kegiatan Charity di Lembaga Pembinaan Anak kelas 1, Tanggerang. “Jarang banget ada orang yang mau bakti sosial ke lapas paling panti asuhan, panti sosial kanker, narkoba. Itu udah mainstream banget, kita mikir ‘Oh ini inovasi baru,’” jelas Enifia Ramadhani selaku Project Officer FourtyFive Station.

Konten Digital Bagi Radio

Waktu menunjukan pukul dua siang, beberapa peserta mulai memenuhi ruang auditorium Bhineka Tunggal Ika UPN Veteran Jakarta. Dihiasi kelap-kelip lampu LED yang dipasang menelusuri pintu masuk dan beberapa stand foto panitia, menambah kesan elegan ruangan itu. Acara kemudian dibuka oleh Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Kusumajanti.

Momen unik hadir ketika pembicara mulai memasuki auditorium dengan gayanya yang seolah-olah sedang nge-vlog. Sapaan “Hi, guys!” datang dari perempuan dengan suara seraknya yang khas, Kenny Djafar. Ia menarik perhatian peserta untuk membalikan badan dan melihatnya berjalan bersama Prasetyo Hadi, Wakil Rektor II.

Melalui talkshow yang mengangkat tema The Impact of Social Media for Creative Creator and Economy in Indonesia, Fourtyfive radio ingin membuka pikiran masyarakat terhadap radio. ”Radio itu bukan tentang ngomong aja, tapi juga melatih skill dengan digital kontennya,” jelasnya.

Dari segi ekonomi, Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa sebagai anak muda, kita harus pintar dalam menangkap peluang serta menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. “Tidak hanya berpikir out of the box tapi juga make your own box,” ungkap Pras.

Senada degan hal tersebut Kenny menambahkan bahwa anak muda harus berpikir kreatif serta konsisten. “Kita harus bisa berbeda dari yang lain dan harus konsisten di bidang tersebut, karena banyak orang yang kreatif tapi tidak konsisten,” jelasnya.

Membuka Ruang Kreatifitas Melalui Musik

Sabtu, (4/5) Peak Night hadir untuk menutup kegiatan dari serangkaian acara Fourtyfive Station. Dengan desain sedikit gelap dan hiasan lampu menambah kesan mewah ruang ballroom itu.

Acara ini diramaikan oleh beberapa grup band ternama seperti Sisitipsi, Naif, dan Diskopantera. Disamping itu, juga terdapat pengisi acara yang lain seperti, Matted Tapes, On Tuesday, Farrel Hilal, The Mams, Wizzez, Street Walker, Bag.Ass, Karina, DJ TB, serta Counter Flow.

Menjelang malam hari terdengar suara gemuruh hujan yang mulai turun, dibarengi oleh penonton yang mulai berdatangan dan memenuhi ruangan. Suasana mulai seru ketika salah satu bintang utama, Sisistipsi tampil. Semua orang sangat menikmatinya, Bahkan beberapa orang terlihat diangkat keatas oleh kawan-kawannya.

Melalui Peak Night inilah Sekar Harum selaku Station Manager, ingin Fourtyfive Radio menjalin relasi untuk banyak orang. “Kita mau Fourtyfive jadi relasi untuk banyak orang, makanya kita mau konsep acaranya ‘mengudara’, karena tanpa batas,” tuturnya.

Reporter: Fadhila Firdasari dan Myranda Fae.| Editor: Fikriyah Nurshafa

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *