Tantangan Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0


Tantangan Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Pentingnya mengasah soft skill guna menghadapi perubahan-perubahan pada era revolusi industri 4.0

Aspirasionline.com — Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia sebagaimana revolusi generasi pertama melahirkan sejarah ketika tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kemunculan mesin. Revolusi ini dilajutkan dengan ditemukannya pembangkit listrik sampai dengan kemunculan internet.

Dalam rangka menyambut masuknya era revolusi industri 4.0, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menyelenggarakan seminar dan call for paper dengan tema “Strategi Bisnis, Ekonomi, dan Pendidikan Berkarakter Bela Negara dalam Industri 4.0”. Tema ini diharapkan mampu memberikan sudut pandang baru kepada seluruh civitas akademika mengenai perubahan dan cara menyikapi isu ini. Acara juga merupakan kerjasama dengan dinas pendidikan angkatan laut.

Erna Hernawati selaku Rektor UPNVJ memberikan sebuah gambaran mengenai tantangan yang akan dihadapi memasuki era revolusi 4.0. Melalui pendekatan integratif, Erna menjelaskan terdapat dua permasalahan inti yaitu cara untuk menghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai bela negara.

Tak hanya Erna, Intan Ahmad selaku Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga hadir pada acara tersebut menuturkan bahwa dalam era ini setiap individu diharuskan memiliki kemampuan science, technology, engineering, mathematic dan internet of things. “ Perubahan akan selalu terjadi dan diharapkan semua harus bisa 4C, yaitu Creativity, Communication, Critical Thinking and Colaboration, itu membuat seseorang akan bisa bertahan apapun perubahan yang terjadi,” tutur pria tersebut dalam paparannya, Kamis (13/12).

Ivan Yulivan selaku perwira tinggi angkatan laut menjelaskan ada tantangan yang harus dihadapi saat ini yaitu kemampuan berkompetitif dengan memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM). Maka dari itu, pendidikan memiliki fungsi yang fundamental. Salah satu yang harus ditanamkan melalui institusi pendidikan ialah sikap cinta tanah air, patriotisme dan bela negara.   Selain itu, Indonesia memiliki persoalan-persoalan yang harus diselesaikan dalam memasuki revolusi industri 4.0. Ivan lebih lanjut menjelaskan salah satunya solusi yang  dapat dilakukan adalah dengan memberdayakan potensi laut yang dimiliki. “Kalau Indonesia bisa memanfaatkan potensi ini, Indonesia akan menjadi penguasa di dunia,” ujar pria kelahiran Bandung tersebut.

Ina Primiana menjelaskan bahwa Revolusi Industri 4.0 menghasilkan perubahan yang super cepat, eksponensial, dan disruptif.  Perubahan disruptif Industri 4.0 ini memiliki kekuatan menyaingi industri lama seperti ritel tradisional dibilas oleh ecommerce dan media cetak dibilas oleh media online. Ina menjelaskan hal ini yang dimaksud dengan disruptive economy. Disruptive era sendiri mendorong kita menggeser mindset dari yang berfokus pada owning economy menjadi sharing economy.

Call For Papers

Selain seminar, FEB juga menyelenggarakan Call For Papers sebagai ajang untuk menggali potensi civitas akademika melalui hasil-hasil penelitian atau riset.  Kegiatan ini sendiri merupakan kegiatan pertama yang dilakukan oleh Program Studi Manajemen di UPNVJ.  Jubaedah selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa target utama yang disasar dalam kegiatan ini adalah pihak internal. Kegiatan ini berusaha untuk mengembangkan pola pikir dan problem solving yang dituangkan dalam bentuk naskah akademik. “Nantinya paper yang terpilih akan kami terbitkan ke jurnal kerjasama dengan melibatkan UPN Veteran Jawa Timur dan Yogyakarta,” tuturnya.

Sebagai penutup, Jubaedah menjelaskan pentingnya sinergi antar lembaga baik dari pemerintah, univeritas dan mahasiswa guna mempersiapkan masuknya revolusi industri 4.0.

Reporter: Naafi Mg. |Editor: Thalitha Yuristiana.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *