Mahasiswa UPNVJ Menjadi Korban KGBO, Terduga Pelaku Mahasiswa dari Universitas Lain

CategoriesBerita UPNTagged , ,

Salah satu Mahasiswa UPNVJ menjadi korban pemalsuan identitas dan KGBO melalui kesaksiannya yang dibagikan pada laman X.  Kesaksian tersebut menyeret nama mahasiswa UIN Jakarta yang diduga sebagai pelaku. 

Aspirasionline.com – Akun X (sebelumnya Twitter) @onyoursilz menyita banyak atensi dikarenakan utas berisi pernyataan adanya Kekerasan Berbasis Gender Online (KGBO) yang diunggah pada Rabu, (25/3). 

Pemilik akun sendiri diketahui adalah S (nama inisial), yang merupakan korban KGBO sekaligus mahasiswa program studi (Prodi) Ilmu Komunikasi angkatan 2024 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ).

Terduga pelaku KGBO, Alif Ivan Putranto, mahasiswa aktif Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prodi Ilmu Politik angkatan 2022. 

Korban dan pelaku tidak memiliki kedekatan emosional. Keduanya mengenal satu sama lain sejak di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Pelaku merupakan kakak kelas korban yang berjarak satu tahun.

Buntut kasus ini bermula ketika korban menerima pesan dari akun anonim di Instagram pada November 2025. Akun anonim tersebut membeberkan kepada korban terkait status WhatsApp yang kerap diunggah oleh pelaku dirasa memiliki kejanggalan, lantaran foto-foto tersebut dapat ditemui di aplikasi Pinterest. 

Dalam status WhatsApp yang pelaku unggah, ia membagikan momen kebersamaan dengan korban dan memberi klaim bahwa mereka adalah sepasang suami istri. 

Bukti pesan pribadi antara korban dengan akun anonim

Sumber : Laman X (@onyoursilz)

Lebih lanjut, pelaku juga menyalahgunakan foto saat bersama korban dan membangun narasi yang tidak sesuai realita untuk diunggah di status WhatsApp. Narasi tersebut dibalut rapi seakan keduanya memiliki hubungan emosional yang dekat.

Faktanya, foto bersama yang terjadi antara pelaku dan korban hanya satu kali ditangkap ketika pelaku meminta tolong kepada korban sebagai narasumber untuk tugas kuliahnya. 

Terjadi pemalsuan identitas. Nama korban yang semula S, diubah menjadi Zhafira di status WhatsApp yang kerap dibuat oleh pelaku. Tidak hanya itu, pelaku diduga mengambil foto dari aplikasi Pinterest dan Google demi menghidupi narasi yang telah dibangunnya. 

Dalam cerita yang dikemas pelaku melalui unggahan status WhatsApp, ia mengaku bahwa akan menjadi ayah pada bulan April mendatang dan memposisikan korban sedang dalam keadaan hamil.

Tangkapan layar status WhatsApp pribadi pelaku

Sumber : Laman X (@onyoursilz)

Korban mengaku peristiwa tidak mengenakan seperti ini bukan hal pertama baginya, tetapi ini adalah pertama kalinya ia bersuara terhadap apa yang melanggar hak kenyamanannya. 

“Ini bukan pertama kalinya aku mengalami hal seperti ini, tetapi ini adalah pertama kalinya aku memilih untuk bersuara. Dan aku ingin terus menjadi perempuan yang berani melawan,” ujar korban (S) melalui pesan singkat di WhatsApp kepada ASPIRASI pada Jumat, (27/3). 

Demi menjaga kenyamanan dan ruang aman bagi korban, Reporter ASPIRASI telah menghubungi korban dan mendapat persetujuan untuk diterbitkannya tulisan ini.

 

Ilustrasi : ASPIRASI/Sammanda

Reporter: Sammanda | Editor : Tia

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *