Sempat dihadapkan dengan karut-marut regulasi administratif kampus, Reksa Team FT UPNVJ berhasil melaju ke babak final KMHE 2025. Seiring dengan ini, Reksa Team berharap dukungan dan apresiasi lebih datang dari universitas.
Aspirasionline.com – Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Reksa Team Fakultas Teknik (FT) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), turut serta di ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2025. Kompetisi tahunan berskala nasional ini digelar pada 23–26 Oktober di Universitas Jember, Jawa Timur.
Ketua KSM Reksa Team, Rizki Fitradi, mengungkapkan bahwa tahun ini Reksa Team mengerahkan timnya di dua kategori sekaligus dengan menghadirkan mobil rancangan terbaik yang diberi nama sebagai ‘Fatmawati’ dan ‘Soedirman’.
“Jadi di perlombaan itu ada kategori-kategorinya. Nah, untuk kategori yang di Soedirman ini, kita nama kategorinya itu di Urban Gasoline. Nah, kalau yang di Fatmawati itu di Prototype Gasoline,” terang Rizki kepada ASPIRASI pada Senin, (20/10).
Diketahui, Soedirman sendiri merupakan bentuk pengembangan dari karya yang telah dilombakan tahun lalu, sedangkan Fatmawati adalah inovasi baru yang dibuat Reksa Team tahun ini. Keduanya telah didesain secara matang melalui tahap analisis struktur, simulasi teknik, serta test drive (uji coba berkendara).
Proses perancangan ini melibatkan bantuan dari banyak pihak. Rizki mengungkapkan bahwa Reksa Team telah mendapatkan dukungan, baik dari mahasiswa, KSM lain, hingga pihak kampus.
“Terus juga salah satunya, yang paling utama pasti pihak kampus, lah. Kita kerja sama pihak kampus, mulai dari perizinan pengerjaan di sini, sampai keuangannya,” tambah Rizki.
Turut mengapresiasi, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Ria Maria Theresa, mengutarakan rasa bangganya terhadap Reksa Team yang telah memberikan inovasi terbaik mereka.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras para mahasiswa yang sudah berjuang hingga lolos ke babak final KMHE. Ini adalah bukti bahwa mahasiswa UPNVJ tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berinovasi di bidang teknologi ramah lingkungan,” ujar Ria dalam acara pelepasan keberangkatan Reksa Team di Plaza Soedirman UPNVJ pada Rabu, (22/10).
Tantangan Administratif Reksa Team untuk Menembus Birokrasi Kampus
Dalam proses menuju KMHE 2025, Reksa Team sempat dihadapkan pada sejumlah tantangan administratif kampus yang harus dipenuhi sebelum keberangkatan. Namun, alih-alih menjadi hambatan, hal tersebut justru menjadi pembelajaran bagi tim untuk memahami prosedur dan regulasi kampus dengan lebih baik.
Rizki mengungkapkan dirinya sempat merasa kecewa terhadap respons pihak kampus yang dinilai belum sepenuhnya optimal dalam memberikan dukungan.
Dirinya juga menilai bahwa regulasi administratif kampus yang rumit begitu menghambat Reksa Team untuk dapat memperoleh fasilitas yang untuk persiapan kompetisi.
“Dan juga tantangan yang paling kita alami juga ya, terkait perizinan tools (alat) dan kawan-kawan, sih. Karena mengingat kita di Laboratorium Fakultas Teknik kan alat-alatnya juga lumayan ya, dan itu kita masih ngerasa perizinannya itu masih agak-agak bingung,” ujarnya.
Menggapai persoalan itu, dosen pembina KSM Reksa Team, Riki Hendra Purba, juga menyoroti penyediaan sarana dan dana sebagai hal yang masih perlu ditingkatkan oleh pihak kampus untuk mendukung keberhasilan Reksa Team dalam mengikuti KMHE ini.
“Oh sudah pasti dari segi dana deh pertama. Yang kedua, fasilitas ya. Di sini kan gimana ya? Laboratorium itu harus menjadi rumahnya anak-anak (mahasiswa),” jelas Hendra kepada ASPIRASI pada Senin, (20/10).
Kendati demikian, Farhan Ramadhan, Wakil Ketua Reksa Team, juga menyampaikan harapannya bahwa UPNVJ dapat lebih memfasilitasi mahasiswa untuk berprestasi, sehingga mahasiswa menjadi semakin leluasa dalam membawa nama baik kampus ke tingkat yang lebih tinggi.
“Karena kita sama-sama ingin membanggakan nama kampus, biar sama-sama enak juga, sama-sama nama kampus kita ini jadi lebih baik lagi, dikenal orang lagi, terutama baik Reksa Team ini, ataupun UPN “Veteran” Jakarta,” pungkas Farhan.
Dilansir dari situs Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (AKK) UPNVJ, pihak kampus menyampaikan optimismenya dalam melepas Reksa Team mengikuti pertandingan menilai dari kesiapan tim yang sudah sangat baik.
“Karena saya baru dua kepengurusan saya ikut, to be honest (sejujurnya) saya harus bilang bahwa yang kepengurusan tahun ini jauh lebih well prepared (siap). Terbukti kita bangun dua mobil walaupun satu bukan dari nol, tapi satu lagi dari nol,” ungkap Hendra.
Reporter: Reisha Febriliana | Editor: Tia
