ITF Sunter, Langkah Awal Jakarta Kelola Sampah Sendiri

ITF Sunter, Langkah Awal Jakarta Kelola Sampah Sendiri

Aspirasionline.com – Pemerintah DKI Jakarta bakal membangun Intermediate Treatment Facilities di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Sunter, Jakarta Utara, Maret 2016. ITF dianggap menjadi solusi Jakarta, dalam membenahi sampah warganya.

Kepala Unit Pengelola Sampah Terpadu Sunter Asep Kuswanto menuturkan ITF merupakan teknologi pengolahan  sampah yang menjadi salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Penampungan Akhir Bantar Gebang, Bekasi.

Menurutnya, pngolahan sampah dengan menggunakan teknologi ITF dapat menghasilkan kompos, listrik, gas, serta menghemat biaya transportasi pembuangan ke TPST Bantargebang. “Setiap hari 6.500 ton sampah diproduksi warga Jakarta. Dan ITF Sunter dapat mengolah 1.000 ton sampah perharinya di lahan seluas 3,5 hektare,” kata Asep, dilansir dari Koran Tempo edisi Selasa (12/1).

Di TPST Sunter, sampah yang sudah dikumpulkan akan dicacah, kemudian dimasukkan ke tangki penampungan, lalu ditekan sampai air perasan sampah keluar. Gas yang berasal dari sampah itu dipakai untuk bahan bakar listrik. Selain itu, sampah juga dapat dipanasi di ruang hampa udara sehingga akan berubah menjadi arang dan kompos.

Cita-cita membuat ITF di TPST Sunter sudah ada sejak lima tahun lalu ketika Gubernur DKI Jakarta masih dijabat oleh Fauzi Bowo. Namun, kata dia, lelang pembangunan ITF terhambat karena adanya pergantian gubernur dari Fauzi Bowo ke Joko Widodo saat itu. Mengingat hal tersebut, Jokowi, saat itu sempat meminta agar lelang pembangunan ITF ditinjau ulang.

“Saat itu ada review dari Bappenas dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP),” ujar Asep. Setelah dilakukan lelang, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta PT Jakarta Propertindo mengambil alih proyek ITF ini.

Disebutkan juga pada Koran Tempo edisi Selasa (12/1) tersebut, bahwa pemerintah memprediksi pembangunan ITF Sunter memakan waktu sekitar dua tahun dengan anggaran Rp 1,5-1,7 triliun. Apabila pembangunan ITF Sunter berhasil, pemerintah berencana membuat fasilitas serupa di daerah Cakung-Cilincing dan Marunda, Jakarta Utara serta Kosambi, Jakarta Barat. Isnawa Adji, Kepala Dinas Kebersihan yakin pembangunan ITF Sunter akan dilaksanakan paling lambat Maret 2016.

Menanggapi adanya pembangunan ITF Sunter, Sri Wahyuni salah seorang warga yang tinggal di sekitar TPST Sunter mengaku belum mengetahui soal rencana pembangunan teknologi pengolahan sampah tersebut. “Saya terganggu oleh bau dan bisingnya suara truk sampah yang lalu lalang. Kalau bisa, sampahnya diolah lagi supaya baunya tidak menyengat,” ucapnya.

Reporter : Winda

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *