Formasi 2026 Soroti Masalah Jaringan, UPNVJ Siapkan Rp15 Miliar untuk Perbaikan

CategoriesBerita UPNTagged , ,

Krisis infrastruktur jaringan menjadi sorotan dalam Formasi 2026. Menanggapi keluhan mahasiswa, rektorat menyiapkan anggaran Rp15 miliar untuk pengembangan jaringan dan menargetkan perbaikan selesai pada Desember 2026.

Aspirasionline.comForum Aspirasi Mahasiswa (Formasi) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) berlangsung di Auditorium Bhineka Tunggal Ika (BTI) pada Rabu, (19/8).

Formasi digelar sebagai wadah audiensi resmi antara pihak kampus dengan Keluarga Mahasiswa (Kema) UPNVJ untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa. Acara tersebut dihadiri oleh rektor, jajaran dekanat fakultas, serta perwakilan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dari seluruh fakultas di UPNVJ.

Krisis infrastruktur jaringan menjadi salah satu persoalan yang disorot mahasiswa dalam Formasi 2026. Sejumlah perwakilan Kema menyampaikan kondisi jaringan internet di fakultas masing-masing yang dinilai masih menghambat kegiatan akademik.

Ketua BEM Fakultas Hukum (FH), Muhammad Dzikri Sulaeman, mengatakan akses internet di lingkungan FH masih sulit digunakan. Menurutnya, kendala tersebut tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di selasar hingga perpustakaan.

“Mau kita akses LeADS (Learning Activities through Digital System), SIAKAD (Sistem Informasi Akademik), buka Google, buka YouTube, itu sudah sangat susah. Bukan di ruang kelas saja, (tetapi juga) di selasar,” ungkap Dzikri dalam forum pada Rabu, (19/8).

Lebih lanjut, Dzikri menyoroti fasilitas komputer di perpustakaan FH yang menurutnya tidak dapat digunakan untuk mengakses internet. Kondisi tersebut turut menghambat kegiatan perkuliahan yang membutuhkan koneksi internet, seperti berbagi materi presentasi, mengadakan kuis, hingga membagikan layar ke televisi di kelas.

Hal serupa disampaikan Koordinator Bidang Kemahasiswaan BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Razan Rif’at Aqillah. Ia mengatakan bahwa BEM FEB telah melakukan pengecekan jaringan dengan sejumlah penyedia layanan internet di beberapa ruangan FEB.

“Kami sudah riset dari FEB. Mengecek hampir setiap ruangan di FEB. Kami tes dengan 4 provider (penyedia layanan internet). Speedtest (uji kecepatan internet) itu di data bahkan cenderung 0. Speedtest itu tidak bisa dijalankan di lantai 2,” ungkap Razan dalam forum pada Rabu, (19/8).

Menurut Razzan kondisi tersebut terutama ditemukan di lantai dua dan tiga yang dinilai menjadi wilayah tidak terjangkau jaringan. Ia kemudian menyebut ruang C304 sebagai salah satu contoh area yang memiliki koneksi Wi-Fi lebih baik dan dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan kualitas jaringan di ruangan lain.

Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Muhammad Ibaadurrahman, menilai persoalan jaringan internet merupakan permasalahan yang telah disampaikan tiap tahun dan masih menjadi persoalan mengendap yang tidak dapat dituntaskan.

Ibaad juga mempertanyakan anggaran perbaikan jaringan yang sebelumnya disebut telah dialokasikan. Menurutnya, mahasiswa FISIP belum merasakan perubahan signifikan dari anggaran yang telah disiapkan tersebut.

“Di awal periode kemarin saya ingat dengan pertemuan rektorat dari Warek (Wakil Rektor) II. Disampaikan sekian miliar sudah dianggarkan tahun ini, tetapi mohon maaf, Pak, di FISIP tidak merasakan apa perbaikannya dari segi sekian miliar karena (ketika) kita (mahasiswa) naik ke lantai 2 (atau) ke lantai 3, itu sudah tidak ada sinyal,” ujar Ibad dalam forum pada Rabu, (19/8).

UPNVJ Siapkan Rp15 Miliar untuk Pengembangan Infrastruktur Jaringan

Menanggapi persoalan yang telah dijabarkan, Rektor UPNVJ, Anter Venus, mengatakan universitas telah menyiapkan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk pengembangan infrastruktur jaringan. Namun, pelaksanaannya masih menunggu mekanisme penganggaran dari pemerintah.

“Jadi, yang namanya pembangunan ini, penganggaran diajukan, baru slotnya keluar dari pemerintah. Berarti kita punya hak untuk menggunakan anggaran. Kalau tidak, nanti tidak boleh. Dianggapnya pelanggaran,” tutur Venus dalam forum pada Rabu, (19/8).

Venus juga menegaskan bahwa peningkatan jaringan merupakan bagian dari orientasi UPNVJ menuju smart campus. Infrastruktur tersebut direncanakan mencakup sekitar 275 titik akses di lingkungan kampus, termasuk ruang kelas dan area selasar.

Venus mengatakan proses pengembangan infrastruktur jaringan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Menurutnya, universitas akan terus melakukan pemantauan terhadap proses tersebut setelah mekanisme penganggaran selesai.

“Yang paling penting bagi kita itu adalah (aturan) pemerintahan, kemudian tindakan. Itu yang paling penting bagi kita. Target kita selesai di Desember, dan itu akan kita lakukan untuk mencapai target kita,” ujar Venus.

Senada dengan rencana tersebut, Ketua Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK), Asep Saeful Ridwan, menjelaskan peningkatan jaringan nantinya tidak hanya dilakukan melalui penambahan titik akses Menurutnya, kapasitas jaringan utama di setiap gedung juga perlu ditingkatkan sebagai bagian utama dari pengembangan infrastruktur.

“Yang perlu ditekankan itu adalah peningkatan kapasitas backbone (jaringan utama) kita yang sebelumnya 1 giga menjadi 10 giga rata setiap gedung dan akses point-nya (titik akses) akan diletakkan ke seluruh ruang yang menjadi prioritas,” ucap Asep dalam forum pada Rabu, (19/8).

Selain peningkatan jaringan, Asep menyampaikan bahwa UPA TIK juga tengah melakukan peningkatan kapasitas server untuk mendukung sejumlah sistem kampus, termasuk LeADS dan SIAKAD. Tahun ini, pihaknya berencana menambah dua peladen baru untuk meningkatkan kapasitas sistem, terutama pada periode dengan penggunaan tinggi seperti pengisian Kartu Rencana Studi (KRS).

 

Reporter: Fathya

Editor: Zhufar

Foto: ASPIRASI/Fathya

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *