PJM

PENDIDIKAN JURNALISTIK MAHASISWA KE-33

“Peran Media Alternatif Dalam Memberitakan Isu Keberagaman”

Keberagaman memiliki sebuah peranan penting bagi kehidupan demokrasi di Indonesia. Pers pun menjadi pilar keempat yang memiliki salah satu fungsi untuk memberikan edukasi pada masyarakat. Namun pada kenyataannya masih banyak media yang belum mengembangkan perspektif keberagaman sehingga kurang mendukung demokrasi itu sendiri.

Jurnalisme Keberagaman sejatinya sangatlah penting dalam suatu media di Indonesia dan tentunya harus dipahami oleh setiap media yang ada. Akan tetapi keberpihakan antara kaum mayoritas dengan minoritas dalam hal pemberitaan masih banyak terjadi dan sangatlah jelas terasa.

Riset dari Aliansi Jurnalisme Independen (AJI) Indonesia menunjukkan keberpihakan media pada kelompok minoritas masih minim. Bahkan, masih menunjukkan dominasi berita berdasarkan peristiwa. Misalnya dalam kasus Syiah Sampang dan Gafatar berita terbanyak hanya pada sebulan pertama dengan kecenderungan pemberitaan terus menurun. Sedangkan pada bulan kedua pemberitaan menurun drastis.

Celakanya posisi saat ini media hanya seperti layaknya pengamat, memberitakan ketika awal peristiwa. Padahal media punya legitimasi untuk menuntut pertanggungjawaban atas kelalaian negara. Media massa pun mempunyai peran yang signifikan dalam membentuk opini publik, karena mempunyai kekuatan mengonstruksi realitas di masyarakat dalam menyampaikan berbagai informasi serta nilai-nilai kepada masyarakat agar tercipta sikap toleransi sehingga tidak timbul konflik antar masyarakat.

Karena itulah Pendidikan Jurnalistik Mahasiswa (PJM) ke-33 hadir, meramu mahasiswa yang khususnya memiliki niatan menjadi wartawan yang handal dan professional sesuai dengan kode etik jurnalistik. PJM kali ini menghadirkan materi-materi yang memang dimaksud untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana sejatinya peran media dalam memberitakan isu keberagaman.