Dedikasi Untuk Mereka Yang Telah Tiada

Dedikasi Untuk Mereka Yang Telah Tiada

Dua kursi kosong yang terlihat pada sesi foto yudisium Fakultas Hukum (FH) menjadi momen haru tuk mengenang dua sosok teman seperjuangan yang telah tiada.

Aspirasionline.com – Ada yang berbeda dari yudisium yang diadakan oleh Fakultas Hukum (FH), pada Kamis (8/9) lalu. Terlihat pemandangan menarik pada saat sesi foto bersama. Ditengah barisan para mahasiswa berbalut pakaian putih dengan jas hitam, terdapat dua kursi kosong berwarna biru tak bertuan. Pemandangan tersebut tentu membuat tidak sedikit orang yang bertanya-tanya akan makna tersirat dari diletakannya dua kursi kosong itu.

“Dua kursi kosong dalam foto itu ditujukan buat teman seangkatan kita, Wahyu Romdhoni dan Sri Dosma,” jelas Restu Prabowo, salah satu mahasiswa yang mengikuti yudisium tersebut. Dibalik raut wajah bahagia, terbesit rasa haru yang masih hadir dalam benak teman-temannya. Pasalnya, kedua orang tersebut adalah mahasiswa FH angkatan 2012 yang telah dipanggil Yang Maha Kuasa terlebih dahulu.

Awalnya, ide tersebut datang dari ketua angkatan FH 2012, Ridde Arizona. Ia mengatakan, walau terbesit secara spontan, hal tersebut dimaksud untuk mengenang dua orang teman seperjuangan mereka sedari awal masuk UPNVJ. Juga menjadi sebuah bentuk dedikasi dengan menunjukkan rasa solidaritas dari teman-teman angkatannya. “Dhoni meninggal akibat kecelakaan yang tidak terduga, sedangkan Dosma meninggal karena sakit yang sudah lama dideritanya,” lanjut Restu, ketika diwawancarai ASPIRASI.

Dhoni dan Domsa dikenal dengan pribadi yang supel dan mudah bergaul antar sesama temannya. Oleh karena itu teman-teman yang lain merasa sedih ketika kedua orang tersebut tidak dapat mengikuti yudisium bersama. Apalagi jika mengingat arti kebersamaan yang dahulu diajarkan senior-senior ketika masa orientasi mahasiswa baru. “Kalo masuk UPNVJ bersama-sama, maka lulus pun harus bersama-sama.”

Hal tersebut juga diamini oleh Ziko Pramudio. Ia mengaku sedih jika harus lulus tanpa kedua temannya, karena ia menilai Dhoni dan Dosma termasuk orang yang berteman tanpa membedakan kasta. “Sangat low profile,” tegasnya. Menjalani setiap kegiatan bersama, merasakan susah-senang bersama, hingga saling melengkapi kelebihan dan kekurangan masing-masing adalah hal-hal yang selalu diingat oleh Ziko kala Dhoni dan Dosma masih ada.

Ziko dan Restu berpesan kepada teman-teman untuk selalu mendoakan Dhoni dan Dosma sebanyak-banyaknya. Membuka pintu maaf jika keduanya meninggalkan kenangan buruk baik ucapan maupun perbuatannya. “Semoga mereka berdua tenang di sana, dan ikut bahagia melihat kita, angkatan 2012, yang sudah wisuda,” tutup Ziko tersenyum.

Reporter : Sandy Mahdi Wibawa
Editor : Winda Septi Adelina

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *