Mengenal Media Alternatif Bernama Zine

Mengenal Media Alternatif Bernama Zine

Apirasionline.com – Zine berasal dari kata fanzine (fan magazine). Zine sendiri berbeda dari bahan bacaan lainnya (majalah komersial). Seperti yang dilansir dari Sangkakalam, sejarah awal munculnya zine mengangkat tema fiksi ilmiah, dimana zine lahir di antara penggemar fiksi ilmiah. Seiring dengan berjalannya waktu, tema-tema yang diangkat zine menjadi lebih banyak, salah satunya adalah tema musik.

Pada tahun 1970, terjadi perubahan besar dalam dunia zine yang mengakibatkan menjamurnya zine dimana-mana. Perubahan pertama adalah kemajuan teknologi yang menghasilkan mesin fotokopi. Dimana, hal ini membantu dalam proses pembuatan dan penggandaan zine. Kedua ialah saat munculnya kultur punk yang menyumbangkan banyak hal kepada dunia zine.

Di Indonesia sendiri, awal lahirnya zine hanya berisikan musik. Revograms Zine (Bandung) merupakan zine musik pertama yang terbit tahun 1995 dan disuting oleh Dinan. Perubahan isi zine mengalami perubahan setiap waktunya. Para penggemar punk yang memproduksi zine, tidak lagi membahas seputar musik saja, teteapi juga membahas hal-hal yang bersifat politis.

Pada tahun 2000-an, muncul jenis-jenis baru dari fanzine. Jenis-jenis baru dari fanzine erat kaitannya dengan bertambahnya para pembuat fanzine. Fanzine yang ada, tidak lagi didominasi fanzine musik dan politik. Melainkan terdapat fanzine-fanzine baru, seperti fanzine personal, sport, art dan komik serta fanzine seks.

Di tahun 2000-an pula muncul distributor zine. Seperti, kita ketahui distributor bertujuan untuk mendistribusikan suatu produk dari produsen ke konsumen. Hal ini, juga mendukung perkembangan zine di Indonesia.

Perkembangan zine di Indonesia terus berjalan hingga saat ini. Zine, tidak lagi diproduksi dalam format cetak, tetapi juga diproduksi dalam format Portable Document Firmat (PDF). Zine dalam format PDF didistribusikan dengan mengunggah di website dan juga mengirim melalui e-mail. Dengan perkembangan zine ini, para pembuat dan pembaca zine tidak lagi dari para penggemar fiksi ilmiah dan musik, melainkan dari dan untuk semua orang.

Reporter : Donal Mg  |Editor : Alfian Putra Abdi

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *